<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119526">
 <titleInfo>
  <title>PEMAAFAN PADA PEREMPUAN KORBAN PERKOSAAN DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thasa Dwina Putri Dayo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemaafan adalah keinginan seseorang untuk melepaskan hal-hal negatif, seperti &#13;
mengurangi kebencian, perasaan dendam, dan sikap menjauhi pelaku dengan &#13;
menumbuhkan perasaan kasih sayang atau kemurahan hati terhadap pelaku serta &#13;
keinginan untuk berdamai dengan pelaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk &#13;
mengetahui bagaimana proses pemaafan pada perempuan korban perkosaan di Banda &#13;
Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dan menggunakan &#13;
purposive sampling jenis typical sample untuk memilih partisipan dalam penelitian ini, yaitu &#13;
3 orang perempuan korban perkosaan, serta menggunakan teknik wawancara mendalam&#13;
(in-depth interview) untuk pengumpulan data. Hasil penelitian ini menemukan proses &#13;
pemaafan yang berbeda-beda antara ketiga partisipan. Di antaranya, dua dari tiga &#13;
partisipan masih berada di tahap uncovering phase yang mana mereka masih merasakan &#13;
perasaan marah dan dendam terhadap pelaku, bahkan berkeinginan untuk melakukan &#13;
balas dendam. Sedangkan, partisipan yang lain proses memaafkan sudah berada pada &#13;
tahap decision phase, yakni perasaan marah dan dendam terhadap pelaku sudah menurun &#13;
dan mempertimbangkan memberi maaf kepada pelaku. Adapun faktor yang &#13;
mempengaruhi pemaafan ketiga partisipan adalah sosial kognitif, karakteristik serangan, &#13;
kualitas hubungan interpersonal, dan rumination about transgression.&#13;
Kata Kunci: Pemaafan, Perempuan, Perkosaan, Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119526</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-17 16:00:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-17 16:14:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>