<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119523">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PERILAKU LEKATAN BAJA DAN BETON DENGAN RENGGUNAKAN PASIR LAUT GLEE JONG LAMNO SEBAGAI AGREGAT HALUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Moch Dwi Raditya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pemakaian pasir laut terhadap kuat lekat (bond strength) antara baja dan beton pada beton normal. Benda uji yang digunakan berupa silinder berdiameter 15 x 30 cm dengan tulangan  ulir  D  10  mm,  12  mm  dan  16  mm  ditanam  di  bagian  tengal  beton dengan  panjang  penyaluran   100   mm.   150   mm  dan  200  mm.   Perencanaan komposisi   campuran   baton   (mix   design)   menggunakan   metode   American  Concrete instute (ACI) 211-1-91  dengan Faktor Air Semen (FAS) 0,40. Benda uji  keseluruhan berjumlah  27 buah.  Benda uji   dirawat  selama 28  den  90  hari, selanjutnya benda uji  diuji  kuat lekatnya  sesuai  umur perawatan.  Penambahan diameter tulangan dan panjang penyaluran akan mengakibatkan penurunan kuat lekat beton dan baja. Kuat lekat beton dan baja pada umur 28 hari dengan panjang penyaluran 150 mm yang menggunakan pasir  laut (81,977 kg/cm2) lebih kecil dari yang menggunakan pasir sungai (82,567 kg/cm2) sebesar 0,715 %. Nilai kuat lekat  antara beton baja pada umur 28dari dengan panjang penyaluran 200 mm untuk pasir laut (65,4-64-kg/cm2) lebih rendah dari pada pasir sungai  (66.348 sebesar 1,344 %. Kuat lekat yang diperoleh pada umur 90 hari (69,334 kg/cm2)  lebih kecil dari perolehan pada umur 28 hari   (79,950 kg/cm2) sebesar  15,312  % untuk  diameter  tulangan  16  mm.  Hal  ini  dimungkinkan  baja  tulangan  mulai dipengaruhi  oleh    efek  negatif dari  penggunaan  pasir  laut  yang  mengandung garam.&#13;
&#13;
Kata kunci : pasir laut, pasir sungai, kuat lekat, slip</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE -STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>624.183 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119523</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-17 12:42:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-18 12:21:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>