<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119465">
 <titleInfo>
  <title>STUDI PEMBUATAN RENCONG ACEH HIASAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENGECORAN POLA LILIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andri Fernandus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian   ini  bertujuan  membuat  perencanaan  proses  pengecoran  produk   cenderamata rencong  aceh  hiasan  menggunakan  teknik pengecoran  pola  lilin  dan  menganalisa  hasil pengecoran dengan memperhatikan  cacat-cacat yang di temukan. Penggambaran model menggunakan perangkat  lunak CAD, dilanjutkan pembuatan pola  menggunakan teknik Rapid Prototyping sebagai  teknologi alternatif untuk menggantikan  pembuatan pola  secara korvensional yang membutuhkan keterampilan tinggi dalam pembuatan pola, pola digunakan bahan baku material lilin (wax).  Proses pengecoran  menggunakan cetakan investment casting, cetakan menggunakan  bahan baku material semen keramik dan tanah liat.  Logam cair yang digunakan sebagai  inti coran adalah material  timah hitam (Pb).  Cetakan  dipanaskan pada temperatur  100C - 120C sebelum  dilakukan proses pemuanggan logam  cair pada  cetakan dengan  maksud  untuk menghindari terjadinya pembekuan singkat  dan  menjaga  kestabilan temperatur pemuangan.  Temperatur  penuangan  material  timah  cair  adalah  327C.  Proses pendinginan dilakukan  melalui media udara.  Cacat-cacat yang ditemukan pada  hasil akhir coran adalah porositas dan penyusutan  luar.  Jumlah  volume total  coran ditambah besarnya penyusutan yang terjadi pada  akhir proses pengecoran  adalah sebesar 20,24 cm',  persentasi perubahan ukuran dimensi panjang dan lebar pada hasil akhir coran dengan  ukuran dimensi pola yang direncanakan  adalah sebesar  0,8 -- 1,4%.  Jarak ukuran  dimensi  toleransi yang diijinkan pada hasil coran adalah sebesar 0,01-0.05 mm&#13;
&#13;
Kata Kunci: Rapid Prototyping, Coran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119465</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-16 09:54:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-16 09:54:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>