<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119456">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN FISIK DISTRIBUSI SEDIMEN DENGAN ADANYA PERUBAHAN TAMPANG ALIRAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RETNO KURNIAWATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sungai   merupakan   saluran   di  permukaan   bumi   yang  terbentu.k  secara alamiah  yang berfungsi  untu.k mengalirkan  air dan sedimen.  Air yang berkumpul di hulu sungai  berasal  dari air hujan yang jatuh  ke bumi  yang kemudian  mengalir ke  hilir sungai.  Sedimentasi  yang  terjadi  di  sungai  dapat  berpengaruh   terhadap pendangkalan  sungai yang  menyebabkan terjadinya  luapan  air sungai  atau  banjir. Mengingat besarnya biaya dan tingkat kesukaran yang tunggi untuk melakukan pengukuran  distribusi  sedimen yang terjadi di lapangan  maka dilakukan  uji model fisik.  Model  fisik  adalah  suatu  bentuk  tiruan yang  lebih  kecil  dari bentuk  yang sebenarnya   di  lapangan.  Uji  model  perlu  dilakukan  untu.k menjawab   masalah hidraulik    yang   masih   diragukan.   Penelitian   ini  bertujuan  untuk   mengetahui distribusi  sedimen  yang terjadi  akibat adanya perubahan  tampang  aliran  pada pias sungai.  Model  yang  digunakan   adalah  model  pias  Sungai  Krueng  Daroy  yang berada  di  Taman  Air Putroe  Phang  dengan  skala  model  distorsi.  Pemodelan  ini hanya  mengskalakan  bentuk  dan  ukuran   geometrik   prototip   sedangkan   ukuran sedimen  dan  nilai  debit  tidak  mengikuti  prototip.  Debit  yang  digunakan  adalah&#13;
Q= 9,097  L/det,  Q = 4,867  L/det  dan  Q = 2,256  L/det.  Debit  Q merupakan debit   maksimum   yang   mampu   dihasilkan    oleh   mesin   pompa   dan   debit   Q&#13;
merupakan   debit  minimum  dari mesin  pompa.  Sedangkan   Q merupakan  debit diantara   debit  maksimum   dan  debit  minimum.   Setiap   debit  dilakukan    1     kali&#13;
percobaan  dengan  3 kali run, yaitu run 1   = 2 kg/20 L, run 2=4 kg/20 L dan 6 kg /&#13;
20 L. Pengendapan  sedimen paling besar terjadi pada bagian tengah model sungai. Pada bagian tersebut  tampang aliran jauh lebih besar dari bagian hulu dan hilirnya sehingga  kecepatan   aliran  pun  berubah  menjadi lambat.  Selain  itu adanya  pulau ditengah bentang  model  sungai  mengakibatkan terhalangnya laju aliran air.  Laju aliran  yang   terhalang    tersebut    menyebabkan   sedimen    yang   terangkut   pun memiliki  waktu untuk mengendap.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119456</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-16 09:22:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-16 09:22:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>