<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119444">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI LAJU ALIRAN AIR DALAM PIPA TERHADAP EFISIENSI KOLEKTOR SURYA JENIS  PALUNG SILINDRIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZULFIADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kolektor  surya jenis   palung  silindris  setengah  lingkaran   merupakan  suatu  jenis kolektor yang dapat menghasilkan temperatur fluida  menengah sampai tinggi. Pada tulisan  ini  membahas tentang  pengaruh  variasi  laju  aliran  fluida   air  terhadap efisiensi  termal sistem kolektor surya  jenis palung silindris setengah lingkaran yang dilaksanakan secara eksperimental.  Pengujian  ini  dilakukan  dengan mengalirkan fluida  air melalui  pipa  tembaga 0,9525  em (3/8 inci)  dengan panjang 257 cm  pada kolektor surya palung silindris sederhana dengan luasan aperture 85,S cm x  55,S cm yang  ditutup  dengan   menggunakan  kaca   transparan  dengan  ketebalan  0,  cm dibawah sinar matahari langsung.  Pada pengujian  ini fluida  yang digunakan adalah air murni.  Pengujian ini dilaksanakan mulai pukul  09.00 WIB  sampai  15.00 WIB, dimana pengukuran distribusi temperatur dilakukan setiap 330 menit dengan variasi laju  aliran 25 ml/menit, 50 ml/menit, 75 ml/menit, 100  ml/menit, dan 125 ml/menit. Dari   data   yang dihasilkan  dapat  dilihat  bahwa   temperatur  air  keluar tertinggi dihasilkan pada laju aliran 25 ml/menit yaitu mencapai  63 &quot;C sedangkan perbedaan temperatur rata-rata yang  didapat sebesar 23 &quot;C dan  efisiensi  termal sistem  terbaik dihasilkan pada  laju  aliran 25 ml/menit yaitu sebesar 40 %.&#13;
&#13;
Kata kunci   :   kolektor, aperture</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119444</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 22:58:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 22:58:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>