<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119442">
 <titleInfo>
  <title>PENGUKURAN KEBUTUHAN ENERGI PENGERINGAN KAKAO MENGGUNAKAN OVEN LISTRIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AFRIZAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Biji  kakao  merupakan salah satu  komoditas unggulan di Propinsi Aceh.  Produksi biji   kakao   di   Aceh   secara   signifikan   terus   meningkat,   namun   mutu   yang dihasilkan  masih  rendah  kualitasnya  disebabkan  tingginya kandungan  biji tidak berfermentasi,  kandungan non kakao  dan proses pengeringan  belum cukup  baik Penelitian  ini  bertujuan  menghitung   kebutuhan  energi  untuk  mengeringkan  biji kakao  basah  menjadi  biji  kakao  kering  per  kilogram.   Batasan  masalah pad penelitian  ini,  yaitu kajian  hanya meliputi  tentang kebutuhan energi pengeringan dan  proses penelitiannya  menggunakan  oven  listrik  yang  ada  di  Laboratorium Mctor   Bakar  dan  Propulsi urusan  Teknik  Mesin  Fakultas  Teknik  Universitas Syiah Kuala.  Hasil eksperimen  menunjukkan bahwa  temperatur udara pengering mempengaruhi  kualitas produk  dan  lamanya  waktu pengeringan.  Hasil perhitungan  menunjukkan pengeringan  yang  paling  efektif yaitu  pada  sampe!  4 dengan  waktu yanglebih singkat  sebesar  6 jam,  kebutuhan  energi yang lebih keci yakil sebesar 228227,64 kJ dan kadar air yang mencapai  6,8 %.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci  :  Kakao, Proses  Pengeringan, Energi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119442</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 22:42:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 22:42:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>