<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119439">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN HASIL BUBUT DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN PADA BAJA AISI 1025 DAN AISI 1045</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD NOVAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Baja  sangat dipengaruhi  oleh unsur-unsur  paduan yang terkandung  didalamnya.  Semua unsur paduan yang membentuk larutan  padat akan menaikkan  kekerasan  dan kekuatan terhadap baja, seperti  unsur karbon yang terkandung didalam baja.  Semakin  tinggi  unsur karbon  maka kekerasann ya akan semakin tinggi.  Penel'ian  ini  dilakukan  untuk melihat  pengaruh jenis  baja  karbon  sedang dan baja karbon rendah yang melalui  proses pemesinan dengan variasi  media pendingin,  dimana terjadi  efek panas antara pahat dan benda kerja sel?ma proses pemakanan, terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan. Untuk melihat perubahan kekerasan dan kekasaran tersebut telah  digunakan 20 spesimen baja karbon sedang  A1SI   1045  yang  di  annealing dan  20  spesimen  baja  karbon   rendah   AISI   1025.  Proses pemesinan dilakukan dengan memvariasikan  kedalaman potong dan media pendingin.  Dari  pengujian kekerasan setelah   proses  pemesinan   terhadap  kedua  baja  diperoleh   perubahan   angka  kekerasan tertinggi  terjadi  pada media  pendingin  air.  Dimana kekerasan  rata-rata  untuk AISI   1045  yaitu 242,2&#13;
HV dan untuk AISI  102°  yaitu  189,4  HV. Angka kekerasan terendah dengan media pendingin  udara, diperoleh  kekerasan rata-rata untuk AIS!   1045  adalah  195,2  HV  dan untuk  A1SI   1025  adalah   151,I&#13;
HV. Pada pengujian  kekasaran  diperoleh  hasil bahwa proses pemesinan dengan tanpa media pendingin (udara) selama proses dapat meningkatkan  kekasaran.  Kemu'an  disusul  dengan media pendingin  air, oli SAE 40 dan emulsi yang terhalus.&#13;
&#13;
Kata kunci;   Proses pemesinan,  media  pendingin,   Efek  panas,   Kekerasan,   kekasaran,   baja  karbon, Annealing.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LATHES</topic>
 </subject>
 <classification>621.942</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119439</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 17:13:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-25 10:30:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>