PERBANDINGAN MODEL DAN TEORI VOLUME PENGENDAPAN SEDIMEN DI KANTONG LUMPUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN MODEL DAN TEORI VOLUME PENGENDAPAN SEDIMEN DI KANTONG LUMPUR


Pengarang

MUCHLIS - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0204101010065

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2008

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Model fisik adalah suatu bentuk tiruan yang lebih kecil dari bentuk yang sebenamya di lapangan. Uji model perlu dilakukan untuk menjawab permasalahan hidraulik yang masih diragukan . Penelitian ini bertujuan untuk. mengamati volume pengendapan sedimen yang terjadi pad.a model kantong lumpur serta membandingkannya dengan perhitungan teoritis sehingga didapat suatu hasil yang bisa diaplikasikan pada Prototipe. Lingkup penelitian ini yaitu mengukur dan menghitung volume sedimen secara langsung pada model dan menghitung volume sedimen berdasarkan metode Frijlink, Einstein clan Mayer-Peter-Muller (MPM). Penelitian ini dilakukan pada model sungai dengan skala model tak distorsi yang menggunakan kesamaan sebangun geometrik, kinematik dan dinamik. Debit yang digunakan adalah debit banjir model Q. Qs. Qoo yang dilakukan sebanyak 3 kali run untuk masing-masing debit selama 45 menit. Tinggi endapan sedimen pada model diukur berdasarkan perubahan dasar saluran dari kondisi kosong sampai terjadi pengendapan dengan menggunakan point gauge. Pengukuran dilakukan pada beberapa pias melintang kantong lumpur sesuai dengan pengendapan yang terjadi, pias melintang diukur tiap jarak 2 cm dan jarak memanjang antar pias yaitu 10 cm. Pada masing-masing pias melintang akan didapat penampang pengendapan sedimen sehingga dapat dihitung volume pengendapan sedimen yang terjadi pada model. Selanjutnya perhitungan volume dengan menggunakan metode Frijlink, Einstein dan Mayer-Peter-Muller (MPM) dilakukan untuk masing-masing debit banjir model. Diperoleh perbedaan antara volume pengukuran dengan perhitungan teoritis terhadap model. Perbedaan ini terjadi karena ada parameter yang tidak dimodelkan yaitu diameter butiran. Topografi antara model dan prototipe juga berbeda sehingga mempengaruhi penampang sungai pada model dan juga berpengaruh terhadap transport sedimen yang masuk ke dalam kantong lumpur. Perhitungan teoritis yang paling besar volumenya adalah menurut metode Mayer-Peter-Muller (MPM), hal ini terjadi karena metode ini lebih mengacu pada perhitungan untuk diameter butiran kasar (coarse grain). Hasil regresi yang dibangun dari gra:fik hubungan antara pengukuran dan perhitungan pada model untuk setiap metode dapat digunakan untuk mengestimasi volume sedimen pada prototipe. Hal ini diperlihatkan dengan angka
R = 1,yaitu pada metode Frijlink R = 0,9919, metode Einstein R = 0,9759, dan
metode Mayer-Peter-Muller (MPM) R = 0,9816. Dengan menggunakan rumus skala
waktu dan skala volume model maka hasil penelitian dapat diaplikasikan pada
prototipe.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK