<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119390">
 <titleInfo>
  <title>STIGMA PEREMPUAN PULANG LARUT MALAM (STUDY DI GAMPONG KEUDE LINTEUNG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Miftahul Jannah Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak terbukanya kesempatan kerja bagi wanita diranah publik, wanita kini memiliki peran ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai pencari nafkah. Sudut pandang masyarakat desa tentang perempuan pulang malam juga sudah tidak terlalu menjadi bahan pembicaraan. Fenomena pekerja malam bagi perempuan di Aceh juga mendapatkan perlindungan dari pemerintah kota sebagaimana dalam Pasal 73 ayat 3 yang berbunyi “Pemerintah Kota wajib menyelenggarakan pengawasan, perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, kesusilaan, pemeliharaan moril kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama bagi setiap tenaga kerja. Fenomena yang terjadi sekarang seperti di Desa Gampong Keude Linteung banyak masyarakat yang menilai wanita pulang larut malam itu adalah wanita yang karakter dan pekerjaannya tidak baik atau bisa dikatakan pemikiran mereka terhadap wanita yang pulang larut malam adalah wanita yang tidak baik. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana stigma negatif terhadap perempuan yang pulang larut malam berkembang di Gampong Keude Linteung. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan stigma negatif terhadap perempuan pulang larut malam di Gampong   Keude   Linteung.   Teknik   pengumpulan   data   adalah   observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Beberapa masyarakat mampu menerima dan mengikuti perkembangan jaman yang semakin modern, dimana sebagian masyarakat bisa menerima jika ada perempuan yang pulang larut malam dikarenakan kepentingan pekerjaannya. 2) Tetap ada stigma negatif terhadap perempuang yang pulang larut malam, 3) Terjadi perbedaan pendapat di kalangan masyarakat, ada yang berpendapat bahwa perempuan itu sebaiknya tidak boleh pulang malam dan ada juga yang berpendapat bahwa perempuan yang pulang larut malam adalah hal yang wajar saja bila dilihat dari sudut pandang yang positif.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Stigma, Perempuan, Diskriminasi Gender &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119390</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 12:02:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 12:07:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>