<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119380">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH AKIBAT PEMBERIAN NASI PUTIH DAN NASI MERAH PADA KELOMPOK USIA DEWASA MUDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Thasya Wafa Khairunnisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat. Konsumsi nasi putih yang tinggi menjadi salah satu penyebab peningkatan resiko DM tipe 2. Nasi merah diklaim lebih baik daripada nasi putih dalam mengontrol kadar glukosa darah. DM tipe 2 meningkat pada kelompok usia dewasa muda karena gaya hidup yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa darah akibat pemberian nasi putih dan nasi merah pada kelompok usia dewasa muda. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan desain two groups pretest-posttest. Dilaksanakan pada Desember 2023 di Klinik Pratama dr. T. Makmur Mohd Zein Universitas Syiah Kuala dengan melibatkan 30 sampel yang dibagi ke dalam dua kelompok (A dan B) secara random. Sampel berpuasa selama 10 jam, dilakukan pemeriksaan glukosa darah puasa kemudian diberikan intervensi nasi putih (kelompok A) dan nasi merah (kelompok B), kemudian diukur glukosa darah 2 jam post prandial. Alat yang digunakan adalah glukometer. Analisis data menggunakan Uji T Independent. Hasil rata-rata kadar glukosa darah 2 jam post prandial kelompok yang mengonsumsi nasi putih adalah 100,27 mg/dL sedangkan kelompok yang mengonsumsi nasi merah adalah 95,33 mg/dL. Ditemukan adanya perbedaan kadar glukosa darah 2 jam post prandial antara nasi putih dan nasi merah (p = 0,014; p &lt; 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata kadar glukosa darah 2 jam post prandial antara kelompok yang mengonsumsi nasi putih dan nasi merah (p-value &lt; 0,05) dengan kadar glukosa darah 2 jam post prandial nasi merah lebih rendah 4,94 mg/dL dibandingkan nasi putih.&#13;
Kata Kunci: Kadar Glukosa Darah, Nasi Merah, Nasi Putih&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119380</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 10:14:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 10:19:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>