<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119370">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN KOROSI BETON BERTULANG PADA RUMAH PENDUDUK SETELAH TUJUH TAHON TSUNAMI 2004</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. Dodi Trisna Mulya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Musibah gempa   dan tsunami 2004  yang  melanda   sebagian  besar  wilayah  Banda  Aceh  dan Aceh  Besar menyebabkan banyak infrastruktur  beton  bertulang terendam air laut.  Hal  ini  berdampak terhadap  rumah penduduk karena sangat  rentan  terhadap  serangan korosi.  Ini  disebabkan  oleh  adanya penetrasi  ion-ion&#13;
khlorida yang dapat masuk ke dalam pori-pori beton rumah dan akan mengakibatkan berkurangnya kekuatan&#13;
beton rumah dalam  menahan  beban.   Maka dari itu,  dikhawatirkan rumah tersebut akan runtuh secara tiba•&#13;
tiba  walaupun  dalam gempa bumi  skala  rendah yang masih sering terjadi  di Aceh.  Penelitian  ini  bertujuan untuk memetakan  serangan  korosi  beton bertulang  pada rumah penduduk setelah tujuh  tahun tsunami 2004 dan  memperkirakan kekuatan  struktur beton  pada  rumah  tersebut.  Penelitian ini  dilakukan   pada  lira  unit rumah penduduk yang tersebar  di daerah-daerah  yang berbeda dalam  wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Empat unit rumah yang terendam air laut tsunami dan  satu unit rumah yang tidak terendam  air laut tsunami sebagai  pembanding.  Pada setiap rumah diambil empat  sampai  lima  kolom  untuk dilakukan pengukuran. Untuk mencari  baja tulangan  dan sengkang  di  dalam  beton dengan menggun akan alat profometer 5+ dan untuk mengukur nilai  potensial  korosi  dengan menggunakan  alat Digital  Half Cell.  Serta  memperkirakan kekuatan  struktur  beton dengan alat  /Hammer  Test.  Setelah dilakukan  pengukuran pada kolom  rumah penduduk maka didapatkan  adanya peningkatan resiko  korosi pada tahun 2012 dibandingkan tahun 2009. Dari data  hasil  pengukuran memperlihatkan  bahwa level  resiko korosi  pada beton bertulang  rumah tersebut masih  berada pada level  korosi  menengah  (intermediate risk).  Nilai  potensial korosi  berkisar antara -200 sampai  -350 mV. Walaupun  demikian,  hasil pemetaan ini hanya  menunjukkan resiko  korosi, bukan  kondisi aktual  korosi  baja  tulangan.  Data hasil  pengujian  Hammer  Test menunjukkan bahwa nilai  potensial  korosi cenderung tidak mempengaruhi kekuatan beton.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata  kunei: Potensial Korosi,  Beton Bertulang,  Ion  Klorida, Half-Cell Potential Mapping</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119370</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-14 02:59:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-14 02:59:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>