<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119345">
 <titleInfo>
  <title>PENILAIAN TOTAL FLAVONOID DAN SIFAT ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK TANAMAN PALA (MYSRISTICA FRAGRANS) ACEH SELATAN:</title>
  <subTitle>STUDI KOMPARATIF</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Evinalis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Pala (M. Fragrans) merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di iklim tropis termasuk di Provinsi Aceh. Aceh Selatan menjadi kabupaten terbesar pengghasil pala di Aceh. Beberapa daerah tersebut yaitu Desa Lawe Sawah dan Batu Itam, dua daerah ini memiliki letak geografis dan kondisi lingkungan yang berbeda, Hal ini dinyakini akan mempengaruhi kandungan metabolit sekunder. Flavonoid merupakan salah satu jenis metabolit sekunder yang terdapat pada buah, daun, biji dan daging. Senyawa metabolit sekunder ini adalah senyawa alami yang memiliki efek farmakologis salah satunya sebagai antioksidan. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilihat pengaruh lokasi dan bagian tanaman  terhadap kandungan total flavonoid dan sifat antioksidan pala Aceh Selatan. Tujuan: Mengetahui perbedaan total flavonoid dan sifat antioksidan pada ekstrak biji, daging, fuli pala dari dua lokasi yang berbeda. Metode: ekstraksi biji, daging dan fuli pala dari dua wilayah Batu Itam dan Lawe Sawah menggunakan metode sokletasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Hasil ekstraksi dilakukan uji fitokimia secara kualitatif , uji total flavonoid, sifat antioksidan,dan analisis senyawa dengan GC-MS. Hasil: Uji total flavonoid dan aktivitas antioksidan sampel pala dari wilayah Batu Itam dan Lawe Sawah terdapat perbedaan jumlah total flavonoid dan aktivitas antioksidan pada ekstrak tiap bagian biji, daging dan fuli. Secara keseluruhan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pala wilayah Lawe Sawah memiliki total flavonoid yang lebih tinggi sehingga sifat antioksidan yang lebih kuat ditemukan pada sampel pala Lawe Sawah dibandingkan pala Batu Itam, sedangkan dari 3 bagian yang diteliti ditemukan bahwa  bagian pala lebih baik total flavonoid dan sifat antioksidannya terdapat pada bagian biji. Kesimpulan: Uji total flavonoid dan aktvitas antioksidan pala dari dua daerah, pala dari Lawe Sawah memiliki potensi lebih besar dimanfaatkan dalam bidang kedokteran gigi terutama bagian biji. &#13;
&#13;
Kata kunci : (M. Fragrans), Biji, Daging, Fuli, Total Flavonoid, Sifat Antioksidan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119345</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-12 16:01:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-12 16:14:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>