<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119336">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KECEPATAN HEAD CUTTING TERHADAP HASIL PEMOTONGAN PLAT BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN NOZZLE 2,5 MM PADA LASER CUTTING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>BULQAINI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Teknologi sangat membantu dalam memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, salah satu penerapan perkembangan teknologi yaitu penggunaan mesin laser cutting. Kecepatan pemotongan pada laser cutting adalah faktor kunci yang mempengaruhi hasil pemotongan, kualitas tepi, dan efisiensi produksi. Diperlukan pengujian lebih lanjut tentang pengaruh kecepatan pemotongan dengan diameter nozzle 2,5 mm pada proses laser cutting terhadap kebulatan hasil pemotongan untuk plat baja karbon rendah dengan mengkaji ketelitian terhadap kualitas kebulatan dan pengaruh variasi pemotongan terhadap kualitas akhir yang dihasilkan. Plat baja karbon rendah telah terlebih dahulu dipotong dengan panjang 200 mm dan lebar 200 mm. Kemudian dilakukan pengukuran sebanyak 36 kali dan pengukurannya itu diukur persetiap 5º. Diameter nozzle yang digunakan pada penelitian ini adalah 2,5 mm. Kecepatan pemotongan menggunakan variasi 2,3, dan 4 m/menit. Pengukuran kualitas kebulatan menggunakan jangka sorong digital. Nilai deviasi terendah diperoleh pada pengujian kedua dengan kecepatan pemotongan 2 m/menit, nilai deviasinya sebesar 40,53 mm, dan nilai deviasi terbesar itu diperoleh pada pengujian kedua dengan kecepatan pemotongan 3 m/menit, nilai deviasinya sebesar 40,73 mm, itu disebabkan karena pada saat pemotongan gas bantunya habis. Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu, kecepatan pemotongan mempengaruhi kesempurnaan kebulatan, semakin tinggi kecepatan pemotongan, maka nilai deviasi garisnya semakin besar pula dan penggunaan mata nozzle yang lebih besar juga memerlukan tekanan bar gas yang besar pula.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CUTTING TOOLS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LASERS</topic>
 </subject>
 <classification>621.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119336</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-12 13:25:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-12 15:05:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>