<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119294">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN  TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL   PADA  DUA  VARIETAS  KEDELAI  (GLYCINE   MAX  L.  MERRIL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Septa Rusdianto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas  Syiah Kuala. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai  varietas Anjasmoro  dan Kipas  Merah, tanah lapisan atas (Top  Soil)  dari jenis entisol,  pupuk  Urea,  SP-36 dan KCI, serta  pestisida  Curacron.  Alat yang digunakan  adalah  hand sprayer merek SOLO kapasitas  14 I, timbangan  analitik, timbangan duduk merek camry kapasitas 10 kg, gelas ukur 50 ml, gelas ukur 1000 ml,  mistar,  oven,  timba  plastik warna  hitam, cangkul,  ayakan  tanah  ukuran  10 mess, pisau, dan gayung.&#13;
kumulatif umur 8-90 HST, tinggi tanaman kedelai umur 15  HST, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi pertanaman,  dan berat 100 butir biji kering tanaman kedelai umur 90  HST.  Varietas Kipas merah cenderung lebih tahan terhadap kekeringan namun pada untuk parameter pertumbuhan kedua varietas, varietas Anjasmoro dan Kipas Merah masih dapat bertahan pada kondisi cekaman kekeringan 80% KL.&#13;
Penelitian   ini   menggunakan   Rancangan   Acak  Lengkap   pola  faktorial dengan 3  ulangan. Faktor cekaman  kekeringan  terdiri atas 4 (empat)  taraf yaitu perlakuan air  100% KL (kontrol),  perlakuan cekaman kekeringan  80%, 60% dan 40%  KL  (Kapasitas  Lapang).  Faktor  varietas  terdiri  atas  2  (dua)  taraf,  yaitu varietas  Anjasmoro  dan Varietas  Kipas  Merah.  Peubah-peubah   yang  diamati meliputi rata-rata jumlah air kumulatif umur 8-90 HST, tinggi tanaman umur 15, 30, dan  45 HST,  panjang akar, bobot kering akar, bobot basah  dan bobot kering&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119294</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 16:18:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 16:18:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>