<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119283">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN BATU APUNG (PUMICE) SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT (AGGREGATE REPLACEMENT) TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROBBY MAULIJAR HAS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui  penggunaan batu apung sebagai pengganti   kerikil   dan pasir  kasar   terhadap   sifat  mekanis   beton  serta membandingkan   dengan   beton  normal   yang  diteliti   oleh  Yunita  (2000).  Sifat mekanis  beton  yang  diteliti meliputi  pengujian  kuat  tekan,  kuat  tarik  belah,  dan kuat  tarik  lentur.  Benda  uji yang  digunaka n pada  pengujian  kuat  tekan  adalah silinder berdiameter  10  cm; tinggi 20 cm sebanyak  27 buah,  silinder  I5 cm; tinggi&#13;
30 cm sebanyak 9 buah, dan kubus berukuran  15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak  9&#13;
buah.  Untuk pengujian lruat tarik belah, benda  uji yang digunakan  adalah  silinder&#13;
berdiameter  15  cm; tinggi 30 cm sebanyak  9 buah dan pengujian kuat tarik lentur, digunakan  benda uji berukuran   10  cm x 10  cm x 40 cm sebanyak  9 buah.  Semen portland  tipe I dengan  tiga variasi faktor  air semen  (FAS)  yaitu  0,4; 0,5; dan 0,6 dan diameter   agregat   maksimum  31,5   mm  digunakan   dalam  campuran   beton beragr egat  batu  apung.  Hasil beton  normal  pada penelitian   Yunita  (2000)  yaitu pada  FAS 0,4;  0,5; dan 0,6 masing-masing adalah  358,39 kg/cm;  267,85 kg/cm; dan   207,49   kg/em.    Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa   kuat   tekan   beton beragregat  batu apung mengalami  penurunan  pada FAS 0,4;  0,5; dan 0,6 masing• masing  sebesar  29,74%;  29,75%;  dan 23,91%  terhadap  kuat tekan  beton  normal.&#13;
Nilai  konversi  faktor  bentuk  untuk  beton  beragregat  batu apung  antara silinder&#13;
diameter   15  cm;  tinggi  30 cm terhadap kubus  15  cm x 15  cm x 15  cm adalah&#13;
79,30%.   Hasil  pengujian  kuat  tekan   dan  kuat  tarik  belah  menunjukan   bahwa&#13;
semakin   kecil  FAS  maka  semakin  besar  kuat  tekan  dan  kuat  tarik  belah  yang diperoleh  sedangkan basil pengujian kuat tarik lentur menunjukkan basil yang sebali.kn ya.  Diperoleh,  berat  dari beton beragregat  batu apung lebib kecil  18,28% dari berat beton normal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AGGREGATES (MATERIALS) - MATERIALS SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>620.191</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119283</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 13:32:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-12 16:14:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>