<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119272">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN LARUTAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L.) DAN NANAS (ANANAS COMOSUS L. MERR.) TERHADAP WAKTU AWAL PEMBUSUKAN PADA DAGING SAPI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DEWI NOVIANTY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daging sapi merupakan komoditas pangan dengan gizi tinggi antara lain terdiri atas lemak, protein, dan air. Hal itu dapat menyebabkan daging menjadi cepat rusak karena adanya pertumbuhan bakteri. Salah satu upaya untuk mencegah pembusukan pada daging sapi dapat menggunakan bahan alami seperti bawang putih dan nanas. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui waktu awal pembusukan pada daging sapi lokal setelah direndam dengan larutan bawang putih dan nanas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah uji postma, sebanyak 50 sampel daging yang masing-masing 5 g direndam dengan larutan bawang putih dan nanas dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dalam rentang waktu 0, 6, 12, 24 dan 36 jam. Berdasarkan hasil uji postma untuk sampel daging pertama dan kedua di jam ke-0 dan jam ke-6 pada semua konsentrasi perendaman serta sampel daging kedua dengan konsentrasi  0%, 5%, dan 10% diperoleh hasil negatif. Selanjutnya pada jam ke-12 pada sampel daging pertama pada semua konsentrasi perendaman serta sampel daging kedua dengan konsentrasi perendaman 15% dan 20% menunjukan hasil dubius. Setelah itu pada jam ke-24 dan jam ke-36 pada sampel pertama dan sampel kedua pada semua konsentrasi perendaman diperoleh hasil positif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa waktu awal pembusukan pada sampel daging pertama dan kedua setelah perendaman dengan larutan bawang putih dan nanas adalah jam ke-12. Perendaman dengan larutan bawang putih dan nanas efektif mempertahankan daging dari pembusukan pada konsentrasi 20% untuk sampel daging pertama dan konsentrasi 10% pada sampel daging kedua. &#13;
&#13;
Kata kunci : Bahan alami, pembusukan, pertumbuhan bakteri, uji postma.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119272</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 12:32:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 14:44:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>