<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119266">
 <titleInfo>
  <title>PROSES PENYULINGAN MINYAK SERAI WANGI MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR TEMPURUNG  KELAPA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jumadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Minyak   serai   wangi   atau   Citronnela   Oils  merupakan  minyak   atsiri   yang dihasilkan   dari    tanaman   serai   wangi.    Tanaman   serai   wangi   telah   lama dibudidayakan di Indonesia,  tetapi pengolahannya menjadi minyak masih sangat kecil  produksinya.  Akibatnya   total  produksi  minyak   serai   wangi  Indonesia menurun,    sedangkan   kebutuhan    minyak    serai    wangi    dunia    mengalami kecendrungan   meningkat.   Oleh   karena   itu   dibutuhkan   peningkatan  dalam memproduksi minyak serai wangi.  Proses pengolahan minyak serai wangi dapat dilakukan   dengan   menggunakan   beberapa  cara.  Pada  penelitian  ini penulis menggunakan cara  penyulingan   (destilation) yaitu proses  pengambilan  unsur minyak   dari  bahan  yang  disuling   dengan   destilat  air   (air  suling)   sebagai pembawa  uap  minyak. Selanjutnya uap air dan  uap minyak didinginkan didalam pipa kondensor sehingga  uap mengembun  menjadi cairan  minyak dan air. Selain itujuga dilakukan perhitungan  nilai kalor bahan bakar tempurung  kelapa. Tujuan dari penelitian   ini adalah  menghasilkan  minyak  serai  wangi yang berkualitas. Dari hasil penelitian sebanyak 3 tahap menunjukkan bahwa penyulingan tanaman serai   wangi   masing-masing   seberat   3  kg  dengan   temperatur   uap  rata-rata&#13;
105C- 98C (tahap  D),  temperatur  uap rata-rata  103C- 95C (tahap 2)  dan temperatur  uap rata-rata  103C- 96C (tahap 3) dengan  waktu masing-masing selama 5jam didapatkan minyak sebanyak  10 ml.&#13;
&#13;
Kata kunei :  Pengolahan, Penyulingan,  Minyak serai wangi, Tempurung  kelapa&#13;
&#13;
v  \&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119266</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 11:49:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 11:49:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>