<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119258">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA KARAKTERISTIK HASIL PROTOTIPE PROSES FUSED DEPOSITION  MODELLING (FDM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Affrial Rahmad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan  teknologi  yang  sangat   pesat   pada   saat   ini  sangat   mempengaruhi persaingan pada industri-industri manufaktur sehingga  suatu teknologi pembuatan prototipe secara  cepat  atau yang lebih dikenal dengan teknik Rapid Prototyping  (RP). Rapid prototyping merupakan  metode  yang membantu  dalam  proses  pengembangan produkyang mudah dan cepat, sehingga tahapan yang diperlukan dalam proses produksi lebih   singkat.   Teknologi    ini   merupakan   additive    manufacturing  process,   dimana pembuatan sebuah produk  dilakukan dengan menambahkan  material bukan mengurangi material seperti lazimnya dilakukan pada proses pemesinan tradisional.  Pada  dasarnya proses Fused Deposition  Modelling (FDM) dilakukan  dengan  melunakkan (semi-liquid) material yang akan dijadikan bahan untuk membuat bendajadi melalui perlakuan panas. Selanjutnya material yang telah lunak di arahkan sesuai dengan profil benda yang akan dibuat secara  lapis per lapis, yang dimulai  dari  lapisan terbawah  bergerak  hingga ke lapisan  terakhir   dari   ketinggian   benda   tersebut.   Penelitian   ini   dilakukan   untuk menganalisa  Delaminasi  dan  Dislokasi Hasil  Proses   Fused  Deposition Modelling. Material yang  digunakan   adalah   Polypropylene   (PP)  yang  mudah   meluak pada temperatur rendah.  Ujung diameter nosel yang digunakan  I,4 mm.  Pengujian dilakukan dengan  mesin  CNC  TU-3A dengan  kecepatan  gerak  yaitu :   1mm/s  .    Prototipe yang dibentuk  adalah  persegi  empat,  segitiga  dan silindris.   Hasil  pengujian  memunjukkan bahwa  hasil prototipe persegi empat yang paling rendah  mengalami  Delaminasi  dan Dislokasi.  Setelah  dilakukan tes uji tarik didapatkan hasil yang bervariasi pada ketiga spesimen uji tarik menurut standardpolimer ASTMD638 tipe IV.&#13;
&#13;
Kata kunci : Rapid Prototyping,  material lunak,  Delaminasi  dan Dislokasi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119258</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 10:50:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 10:50:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>