<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119257">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KECEPATAN  POTONG  TERHADAP KEAUSAN TEPI DARI PAHAT POTONG  HSS PADA PROSES BUBUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Debrina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertumbuhan keausan pahat pada proses  pemesinan sedapat  mungkin  diperkecil  agar kualitas geometri benda kerja tetap baik dan umur pahat dapat lebih  lama  Selain  kondisi  pemotongan, penguasaan   dan pemilihan  ukuran  pahat merupakan  syarat   untuk   menghasilkan  produk dengan tingkat   kualitas   dan  ketelitian   yang   tinggi   Pahat   yang  digunakan  adalah   pahat   HSS   karena memiliki  kekerasan   yang  cukup  tingi  sehinga  dapat digunakan   pada  kecepatan  potong   yang tinggi  dan  sifat  keuletan  yang  relatif  baik.  Untuk  mengetahui  pertumbuhan  keausan   pahat dilakukan  pemotongan baja S45C dengan  menggunakan  mesin  bubut ROMI S-204 dimana kondisi pemotongan antara  lain  :  gerak  makan  (f) sebesar  0,25  mm/put,  kedalaman  potong (a)  sebesar  2 mm dan ukuran  pahat (d) 3/8 x 4 serta dengan memvariasikan kecepatan potong (v) sebesar  25 m/min,  35 m/min  dan  45  m/min,  dimana  putaran  poros  utama  (n)  sebesar   150  rpm, 236  rpm dan&#13;
375 rpm. Hasil yang diperoleh untuk  kecepatan potong 25  m/min, 35 m/min dan 45 m/min didapat umur pahat  sebesar 5  kali, 4  kali dan I   kali pemakaian.  Ini  menunjukkan bahwa,  umur pahat berhubungan erat  dengan  kecepatan  potong.  Semakin besar kecepatan potong, umur pahat  yang dapat digunakan  semakin  pendek.&#13;
&#13;
Kata  kunci   :   umur  pahat,  kecepatan  potong,  gerak  makan,   kedalaman potong.                                                        '       '&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE TOOLS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119257</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 10:43:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 11:49:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>