<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119245">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI KECEPATAN POTONG DAN KEKERASAN BENDA KERJA TERHADAP KEAUSAN PAHAT PADA PROSES BUBUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FADLI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengaruh  proses   perlakuan  panas  terhadap  baja  hypoeuteuktoid  sangatlah  penting karena    terjadinya  perubahan   struktur   mikronya   mengakibatkan   berubahnya   sifat mekanik.   Kondisi  pemotongan juga  sangat  berpengaruh  untuk  menghasilkan  produk dengan  tingkat  kualitas  dan   ketelitian  yang  tinggi.  Pertumbuhan  keausan  pahat  pada proses  pemesinan sedapat mungkin dapat  diperkecil agar  kualitas  benda  kerja dan  umur pahat  dapat  lebih  lama.  Pahat yang  digunakan pada penelitian ini   adalah  pahat    HSS&#13;
karena   memiliki kekerasan  dan  sifat  keuletan  yang  baik  yang  cukup   tinggi  sehingga&#13;
dapat digunakan pada kecepatan potong  tinggi. Proses perlakuan panas dan pengerasan&#13;
(hardening)   dan  pendinginan   cepat       dengan    media   pendingin   air,    emulsi,    oli menghasilkan  kekerasan  rata-rata  377,7  H,  281,68  H,  230,97  Hy dan  kekerasan awal material  tanpa perlakuan panas adalah  208,48  Hv.   Pertumbuhan   keausan  pahat  pada proses   bubut  dengan   kondisi  pemotongan   antara   lain   :   gerak   makan   (f)=  0,3  mm, kedalaman  makan  (a)=   1,5  mm,  putaran spindle  (n)=  540  rpm  dan  kecepatan potong yang bervariasi 25 m/min,  5 m/min,  50 m/min dan  ukuran pahat  ' x 4&quot;. Keausan  mat pahat  pada  pemotongan material hasil pendinginan  air dengan  kecepatan potong  (v)  25 m/min,  35  m/min,  50  m/min  adalah sebesar0,38  mm,  0,28  mm,   0,25  mm.  pendinginan emulsi sebesar  0.35  mm,  0.27  mm.  0,23  mm,  pendinginan  oli sebesar       0,31  mm,  0,25 mm,   0,22  mm  dan pada material  tanpa  perlakuan  keausan  pahat  terjadi  sebesar  0,28 mm,   0,21   mm,   0,19  mm,   keausan  yang terjadi  pada  pahat   adalah   keausan   tepi  (VB) Maka   keausan  dan  umur pahat pada proses bubut  berhubungan erat dengan  kekerasan material,  sifat  material,   kecepatan   potong,  pemilihan  jenis  benda  uji  dan  mata  pahat&#13;
yang sesuai dengan kondisi pemotongan.&#13;
&#13;
Kata Kuoci        :Kekerasan,    Perlakuan    Panas,    Pengerasan,   Kecepatan     Potong, Keausan  Pahat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE TOOLS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>621.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119245</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-08 22:30:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 11:44:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>