STUDI MODEL FISIK GROIN BERPORI TIPE ZIGZAG DISUSUN SERI DENGAN VARIASI SUDUT TERHADAP PERUBAHAN PROFIL PANTAI (POSISI UJUNG GROIN SETELAH BREAKER ZONE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI MODEL FISIK GROIN BERPORI TIPE ZIGZAG DISUSUN SERI DENGAN VARIASI SUDUT TERHADAP PERUBAHAN PROFIL PANTAI (POSISI UJUNG GROIN SETELAH BREAKER ZONE)


Pengarang

Evi Safitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704101020001

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.58

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Permasalahan yang sering timbul di pantai dapat ditanggulangi dengan cara membuat bangunan pelindung pantai seperti: jetty. revetmen, pemecah gelombang dan groin. Penelitian ini menggunakan model bangunan pelindung pantai berupa groin permeabel yang terbuat dari susunan blok-blok kubus kayu, 5 sisi dari blok kubus ini memiliki 9 pori yang berdiameter 1 cm dan satu sisinya dibiarkan terbuka untuk memudahkan pemasangan antara satu blok dengan blok yang lain sehingga membentuk model groin tipe zigzag. Penelitian uji model dilakukan di Laboratorium Hidraulika Model Teknik Sungai dan Pantai Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala dengan menggunakan kolam gelombang (wave basin). Wave basin terbuat dari beton bertulang berukuran, panjang 15 meter, lebar 5 meter. dan tinggi 0,65 meter, dengan kedalaman air adalah 30 cm. dan dilengkapi mesin pembangkit gelombang reguler (regular wave generator). Model pantai yang digunakan dibuat dengan kemiringan 1:20 yang tersusun dari tumpukan pecahan beton. kerikil dan pasir. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana besarnya perubahan profil pantai yang terjadi akibat adanya konstruksi groin dengan variasi sudut penempatan groin yaitu 45°, 63°, dan 90°, dimana ujung groin terletak serelah gelombang pecah. Gelombang dibangkitkan dengan 3 variasi tinggi (H) dan periode (T) gelombang yaitu. tinggi gelombang 9 em periode gelombang 1,17 detik (H3T3), tinggi gelombang 4 cm periode gelombang 1,49 detik (HT3) dan tinggi gelombang 2 cm periode gelombang 1,64 detik (H3T3). Pengukuran profil pantai dilakukan dengan menggunakan alat Sandy Surface Measuring Instrument. Hasil penelitian menunjukan kondisi HT, dan H5Ts pada sudut 45° menghasilkan volume sedimentasi paling besar yaitu
115.543 cm3 dan 39.245 cm3. sedangkan kondisi H3T3, pada sudut 90°
menghasilkan volume sedimentasi paling besar yaitu 8.386 cm3. Hasil yang didapat menunjukkan kondisi pantai dengan model groin pada sudut penempatan yang berbeda dapat berpengaruh terhadap perubahan profil pantai dan membuat garis pantai maju sebesar 20 cm.











Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK