<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119214">
 <titleInfo>
  <title>ADSORPSI CRYSTAL VIOLET MENGGUNAKAN ADSORBEN ABU CANGKANG KERANG HIJAU, FE3O4 DAN ASAM HUMAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TENGKU ADNIN FADILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Kimia</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Crystal violet merupakan zat warna yang bersifat toksisitas tinggi dan diklasifikasikan sebagai molekul yang sukar dimetabolisme oleh mikroorganisme sehingga dapat bertahan dalam berbagai lingkungan. Metode adsorpsi menggunakan abu cangkang kerang hijau, Fe3O4 dan Asam Humat merupakan salah satu upaya untuk menurunkan kadar zat warna crystal violet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan adsorben abu cangkang kerang hijau, Fe3O4 dan asam humat , mengetahui kapasitas penyerapan adsorpsi crystal violet, dan menganalisis kondisi optimum penyerapan crystal violet dengan variable pH, waktu kontak, massa adsorben serta konsentrasi adsorbat. Adsorben CKH/Fe3O4/AH terbuat dari hasil sintesis abu cangkang kerang hijau, Fe3O4 dan asam humat. Karakteristik adsorben CKH/Fe3O4/AH di uji menggunakan FTIR dan SEM. Hasil uji FTIR menunjukkan adanya gugus-gugus fungsi yang berperan aktif dalam proses penyerapan zat warna crystal violet seperti gugus karboksil (-COOH) dan gugus hidroksil (-OH). Hasil uji SEM menunjukan banyaknya pori-pori yang terbentuk pada adsorben CKH/Fe3O4/AH dengan luas permukaan 5 μm. Hasil penelitian dari adsorben CKH/Fe3O4/AH mampu menyerap crystal violet dalam larutan berair dengan kapasitas penyerapan 10,55 mg/g pada kondisi optimum yang terjadi pada pH 5, waktu kontak 60 menit, massa adsorben 0,5 g dan konsentrasi 15 mg/L. Pengujian isoterm adsorpsi dilakukan menggunakan isoterm Langmuir dengan nilai R2 0,97372 dan isoterm Freundlich dengan nilai R2 0,92544. Dengan demikian jenis isoterm yang sesuai dengan proses adsorpsi crystal violet menggunakan adsorben CKH/Fe3O4/AH adalah isoterm Langmuir karena adanya satu lapisan (monolayer) adsorbat yang teradsorpsi pada permukaan adsorben, bersifat irreversible dan memiliki nilai R2 yang lebih bagus yaitu yang mendekati 1. &#13;
&#13;
Kata kunci: FTIR, SEM, Isoterm Adsorpsi, Spektrofotometer UV-Vis&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADSORPTION - CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>541.335</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119214</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-08 10:14:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-12 11:26:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>