<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119195">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM PENGERINGAN TEPUNG DENGAN  MENGGUNAKAN  ENERGI BAHAN  BAKAR SEBAGAI ENERGI PEMANAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>bambang Suherly</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Prinsip pengeringan merupakan suatu upaya mengeluarkan atau menghilangkan sebagian kandungan air yang terdapat dalam suatu bahan (tepung beras) dengan cara penguapan.  Proses pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengeringan alamiah dan pengeringan dengan menggunakan peralatan.  Pada penelitian ini penulis melakukan penerapan  teknologi dan peralatan pengeringan  tepug dengan menggunakan   kompor   minyak  tanah  sebagai  sumber  energi  panas.   Peralatan pengering  ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu ruang pembakaran,  saluran udara panas,  ruang pengering dan cerobong.  Bahan yang dikeringkan  adalah tepung beras,  dengan  maksud  hasil pengeringan  ini  (tepung  beras)  dapat  dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan.  Dari hasil penelitian  menunjukkan  bahwa waktu yang dibutuhkan   untuk menurunkan kadar air bahan (tepung beras) sebesar 40% dengan temperatur lemari pengering 60-70 &quot;C adalah 2-7 jam  sedangkan pada  pengeringan tradisional  waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan kadar air bahan sebesar 40% dengan temperatur lingkungan 29-32 &quot;C adalah 2-3 hari.&#13;
&#13;
Kata  kunci :  pengeringan,  tepung beras, peralatan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119195</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-05 15:42:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-05 15:42:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>