PENGARUH PENAMBAHAN BATU APUNG (PUMICE) TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSARN(FOAMEN CONCRETE) (SUATU PENELITIAN BETON RINGAN DENGAN FAKTOR AIR SEMEN 035) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENAMBAHAN BATU APUNG (PUMICE) TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSARN(FOAMEN CONCRETE) (SUATU PENELITIAN BETON RINGAN DENGAN FAKTOR AIR SEMEN 035)


Pengarang

Farid Saputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101020027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berfujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan batu apung terhadap sifat mekanis beton busa. Sifat mekanis yang diteliti meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur. Benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat tekan adalah silinder berdiameter 10 cm; tinggi 20 cm sebanyak 33 buah, untuk pengujian kuat tarik belah silinder berdiameter 15 cm; tinggi 30 cm sebanyak 27 busa, dan untuk pengujian kuat tarik lentur balok berukuran 10 cm x 10 cm x 40 cm sebanyak 27 buah. Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,35.Variabel pada penelitinn ini meliputi variasi SG (Specific Gravity) yaitu I,4; I,6; dan 1,8 serta variasi persentase batu apung yaitu 5%; 10%; dan 15%. Batu apung yang digunakan berasal dari daerah lndrapuri Kabupaten Aceh Besar yang telah dipecahkan dan disaring melewati saringan 19,10 mm dan tertahan diatas saringan 4,76 mm. Hasil penelitian menunjukkan pengujian kuat tekan pada sedap SG yang di uji, penambahan batu apung sebesar 5% menghasilkan nilai kuat token terbesar,kecuali pada SG I,4 diperoleh kuat tekan terbesar pada persentase 15%. Untuk pengujian kuat tarik belah pada setiap SG yang di uji, pemmbahan batu apung sebesar 5% menghasilkan nilai kuat tarik belah terbesar, dan pengujian kuat tarik lentur pada setiap SG yang di uji. penambahan batu apung sebesar 15% menghasilkan nilai kuat tarik lentur terbesar. Hasil analisis varian menunjukhan bahwa ada pengaruh yang nyata antara persentase penambahan batu apung terhadap kuat tekan, kuat tarik belah den kuat tarik lentur beton busa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK