PENGATURAN SIMPANG BERLENGAN TUJUH DENGAN MENGGUNAKAN METODA MKJI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGATURAN SIMPANG BERLENGAN TUJUH DENGAN MENGGUNAKAN METODA MKJI


Pengarang

Salman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101010105

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penulisan Tugas akhir ini berjudul Pengaturan Simpang Berlengan Tujuh Oengan Menggunakan Metoda MKJI (Studi Kasus di Simpang Tujuh Ulee Kareng, Banda Aceh), yang bertujuan untuk menghitung kinerja pada Simpang Tujuh Ulee Kareng dengan melakukan perhitungan menggunakan metoda jalan perkotaan dan penggabungan lengan menggunakan metoda simpang tak bersinyal. Pada lokasi tersebut terdapat banyak pertokoan dan permukiman penduduk. Simpang Tujuh Ulee Kareng ini juga menghubungkan ke berbagai lokasi tujuan masyarakat seperti ke Bandara Sultan lskandar Muda, kampus Universitas Syiah Kuala dan kampus Universitas Abulyatama, sehingga Simpang Tujuh Ulee Kareng ini menjadi sebuah lokasi yang mempunyai arus lalulintas yang sangat padat dan pertemuan antar lengannya tidak diatur dengan lampu lalulintas maka perlu untuk dihitung kinerja simpang. Data diperoleh dari data sekunder, yang berupa volume lalu lintas, geometrik jalan, peta jaringan jalan Kota Banda Aceh dan peta lokasi . Volume yang diambil hanya pada hari Senin pada waktu jam sibuk (pagi, siang dan sore), selanjutnya dihitung dengan menggunakan metoda jalan perkotaan. Hasil yang di peroleh yaitu kinerja untuk setiap ruas jalan (lengan simpang) berupa kecepatan arus bebas tertinggi pada JI. T. Iskandar sebesar 40,176 km/jaru, kapasitas tertinggi 2959,88 pada Jl. T. Iskandar, derajat kejenuhan tertinggi 0,97 pada waktu jam sibuk pagi di Jl. Lamteh. Waktu tempuhnya yang paling lama 1,2 menit untuk ruas Jl. T. Iskandar dan JI. Lamteh, serta yang tercepat 0,6 menit
untuk Jl.Kebun Raja, Jl. Mesjid Tuba, n. Lamreung, n. Lamgapang dan JI.
Koramil. Kemudian perhitungan dilanjutkan dengan menggunakan metoda simpang tak bersinyal. Hasil Perhitungan diperoleh bahwa kapasitas simpang pada jam sibuk pagi yaitu sebesar 4039 smp/jam, jam sibuk siang yaitu 3562 smp/jam dan jam sibuk sore sebesar 3279 smp/jam. Derajat kejenuhan untuk jam sibuk pagi yaitu sebesar 0,55, untuk siang yaitu sebesar 0,53 dan untuk sore yaitu
sebesar 0,66. Peluang antrian pada waktu jam sibuk pagi yaitu sebesar 12,86 •
28%, untuk jam sibuk siang yaitu 12,22 - 26,88% dan jam sibuk sore yaitu
sebesar 17,97 -- 36,97%. Tundaan simpang yaitu untuk jam sibuk pagi sebesar
10, 10 detik, untuk jam sibuk siang 10,02 detik dan untuk jam sibuk sore yaitu sebesar 10,40 detik, sehingga kinerja pada Simpang Tujuh Ulee Kareng secara keseluruhan adalah bagus.

Kata kunci: kapasitas, derajat kejenuhan, volume, kinerja

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK