Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERENCANAAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK PENGGERAK POMPA IRIGASI
Pengarang
EDISUPRIADI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0604102010108
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013
Bahasa
Indonesia
No Classification
621.381 542
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Suatu lokasi dimana listrik tidak tersedia, namun kebutuhan untuk memompa air sangat penting untuk memenuhi kebutuhan, tersedia satu opsi yaitu dengan menggunkan system fotovoltaik/photovoltaic (PV). Kelebihan sisten pompa PV ini diantaranya low operating cost atau biaya oprasional yang murah, unattended operation (otomatis), tingkat perawatan rendah, instalasi mudah, dan umur yang relatif panjang. emua hal tersebut sangatlah penting untuk suatu lokasi yang tidak tersedia listrik. Perkembangan pada penelitian ini telah difokuskan pada memperkirakan tingkat radiasi yang tersedia pada lokasi tetentu di permukaan bumi lalu kemudian menganalisa karakteristik dari suatu generator PV dan jaringan PV. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memeriksa semua langkah dan komponen kunci penting yang dibutuhkan dalam mendesain dan membuat suatu pompa yang menggunakan system PV.
Kata Kuni : Desain Beban, Kondisi Site, Radiasi Tahunan; Biaya Life Cycle, Break-even Point, Kapasitas Baterai
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGUKURAN UNJUK KERJA SISTEM POMPA AIR TENAGA SURYA (Arif Yaddin, 2014)
OPTIMALISASI SISTEM KELISTRIKAN TENAGA SURYA MENGGUNAKAN PUMP HYDRO STORAGE (Cut Daili, 2019)
APLIKASI SISTEM TENAGA SURYA SEBAGAI SUMBER TENAGA LISTRIK POMPA AIR (Zian Iqtimal, 2018)
STUDI KELAYAKAN ENERGI MATAHARI SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI PULAU WEH SABANG (Sadam Husin, 2017)
UJI KINERJA POMPA AIR TENAGA SURYA UNTUK IRIGASI (Indra Hoetama, 2019)