ANALISA ONGKOS PAHAT PADA PROSES BUBUT MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA DAN HSS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA ONGKOS PAHAT PADA PROSES BUBUT MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA DAN HSS


Pengarang

M. SHADRI. L - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9941211073

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam sebuah bengkel produksi untuk menghasilkan suatu produk berupa benda jadi dengan menggunakan mesin bubut haruslah menggunakan pahat potong yang sesuai dengan benda kerja yang akan dikerjakan agar tidak menimbulkan kerugian. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal perlu dilakukan suatu cara pengoptimalan untuk merencanakan pengerjaan dengan terlebih dahulu menentukan kondisi pemotongan dan menghitung ongkos-ongkos yang berkenaan. Untuk menganalisa ongkos pahat maka landasan teori yang digunakan yaitu "Teori Ongkos Pahat". Pahat yang akan digunakan adalah karbida dan HSS, kedua pahat ini masing-masing akan diuji menggunakan duajenis benda kerja yaitu Baja Karbon Sedang S-45C dan Besi Tuang Putih. Setelah proses pembubutan dengan memakai kondisi pemotongan yang bervariasi selesai dilakukan, maka didapatkan besaran-besaran ukuran yang digunakan untuk dipakai dalam menganalisa ongkos pahat terhadap masing-masing benda kerja. Dari hasil analisa pada pahat Karbida, untuk benda kerja Baja
Karbon Sedang S-45C ; dw=64 mm didapatkan ongkos pahat = Rp. 2044,-/komponen, dw=57 mm; ongkos pahat = Rp. 1883,-/komponen, dw=42 mm;ongkos pahat = Rp. 1808,-/komponen, dw=34 mm;ongkos pahat = Rp. 1573,-/komponen. Pada benda kerja Besi Tuang Putih; dw=64 mm;ongkos
pahat = Rp. 1959,-/komponen, dw=57 mm;ongkos pahat = Rp. 1620,-/komponen, dw=42 mm;ongkos pahat = Rp. 11I77,-/komponen, dw=34 mm;ongkos pahat = Rp. 945,-/komponen. Sedangkan pada pahat HSS untuk benda kerja Baja Karbon Sedang S-45C; dw=64 mm;ongkos pahat = Rp. 1365,•
/komponen, dw=57 mm;ongkos pahat = Rp. 6830,-/komponen, dw=42 mm;ongkos pahat = Rp. 8200,•
/komponen, dw=34 mm;ongkos pahat = Rp. 10250,-/komponen. Pada benda kerja Besi Tuang Putih,
untuk dw=64 mm;ongkos pahat = Rp. 5125,-/komponen, dw=57 mm;ongkos pahat = Rp. 2928,•
/komponen, dw=42 mm;ongkos pahat = Rp. 3152,-/komponen, dw=34 mm;ongkos pahat = Rp. 3727,•
/komponen. Dari hasil perhitungan untuk benda kerja yang sama dengan kondisi pemotongan yang
sesuai dengan standar CMTI didapatkan ongkos pahat berbahan Karbida lebih murah bila dibandingkan dengan pahat HSS.


Kata Kunci: Karbida, HSS, Baja Karbon Sedang S-45C, Besi Tuang Putih, Ongkos Pahat, Proses Bubut

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK