<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119105">
 <titleInfo>
  <title>KUAT TARIK LENTUR BETON DENGAN MENGGUNAKAN PASIR LAUT GLEE JONG LAMNO SEBAGAI AGREGAT HALUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AGUS BASARA PUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  beton  dengan  faktor air  semen  (FAS)  0,40  ini  bertujuan  untuk mengetahui kuat tarik  lentur campuran beton dari penggunaan pasir laut Glee Jong Lamno  dengan  semen  Portland  tipe  I  (variasi  LT)  dan  semen  Portland  Pozolan (variasi  LP)  dibandingkan  dengan  yang  menggunakan  pasir  sungai  dan  semen Portland tipe I (variasi ST). Pengujian dilakukan pada benda uji balok standar berukuran 15  cm x 15  cm x 60 cm sebanyak 45 benda uji.  Setiap variasi diuji pada umur 7, 14,  28, 56, 90 hari.  Hasil penelitian menunjukkan  bahwa beton variasi LT yaitu yang menggunakan pasir laut dan semen Portland tipe I (PC-I) kuat tarik lentur rata-ratanya   sama   nilainya   dengan  pasir   sungai  dan  PC-I   (variasi   ST)  yaitu&#13;
36,741  kg/cm pada umur 7 hari; sedangkan variasi LP yang menggunakan pasir laut&#13;
dan  semen  Portland  Pozolan  (PPC)  menghasilkan  nilai  yang  lebih  rendah  yaitu&#13;
31,407 kg/cm.  Pada umur 14 hari,  variasi  LT dan LP lebih rendah dari variasi ST yaitu masing-masing  37,926 kg/em; 32,000  kg/cm dan 40,296 kg/cm.  Selanjutnya pada umur 28 hari variasi LT dan LP menghasilkan 40,889 kg/cm dan 37,926kg/cm2 lebih rendah dari variasi SP sebesar 42,074 kg/cm.   Pada umur 56 dan 90 hari kuat tarik   lentur   variasi   LP  jauh   lebih   tinggi   yaitu   sebesar   48,593   kg/cm   dan&#13;
49,185 kg/em  dibandingkan  varisi  LT sebesar 42,074 kg/cm  dan 45,037  kg/em namun variasi ST pada umur 90 hari menghasilkan nilai tertinggi yaitu 55,111 kg/cm&#13;
sedangkan umur 56 hari sedikit lebih tinggi dari variasi LT yaitu 43,852 kg/cm.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119105</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-03 13:50:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-03 13:50:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>