ANALISA HUBUNGAN MATEMATIS ANTARA ARUS (VOLUME) DENGAN KEPADATAN LALU LINTAS MENGGUNAKAN MODEL GREENBERG (STUDI KASUS PADA JALAN KH. AHMAD DAHLAN BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA HUBUNGAN MATEMATIS ANTARA ARUS (VOLUME) DENGAN KEPADATAN LALU LINTAS MENGGUNAKAN MODEL GREENBERG (STUDI KASUS PADA JALAN KH. AHMAD DAHLAN BANDA ACEH)


Pengarang

RAHMAT - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101020111

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Karakteristik arus lalu lintas sangat perlu dipelajari dalam menganalisa arus lalu lintas. Untuk dapat mmpresentasikan karakteristik arus lalu lintas, dikenal 3 (tiga) parameter utarna yang harus diketahui, yaitu arus (volume) lalu lintas, kecepatan kendaraan clan kepadatan lalu lintas. Greenberg merumuskan bahwa hubungan maternatis antara volume dengan kepadatan lalu lintas sebagai fungsi eksponensial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk rnengetahui dan rnempelajari hubungan matematis antara parameter arus (volume) - kepadatan lalu lint.as, dianalisa dengan menggunakan model Greenberg. Model ini merumuskan bahwa hubungan matematis antara parameter arus (volume) - kepadatan lalu lintas sebagai fungsi eksponensial (Tamin, 2003 : 56). Sebagai data penunjang diamati Jalan KH Ahmad Dahlan Banda Aceh. Data volume dan kecepatan kendaraan diamati secara manual dengan mencatat langsung dilapangan, sedangkan data kepadatan dihasilkan dari perbandingan data volwne dengan data kecepatan. Hasil analisis diperoleh nilai kondisi arus maksimum (V) pada hari Senin sebesar 1934,132 smp/jam dan kepadatan optimum (D)
126,596 smp/km. Nilai koefisien korelasi pada hari Seni.o diperoleh r = 0,9987,
menunjukkan bahwa adanya hubungan yang sangat erat, mempunyai arti bahwa kedua hubungan sating berkorelasi negatif (meningkatnya nilai X akan mengakibatkan menurunnya nilai Y). Apabila kepadatan lalu lintas (peubah bebas sederhana) terns meningkat sehingga melebihi kepad.atan optimum maka mengakibatkan menurunnya volume lalu lintas (peubah terikat). Dari grafik model Greenberg tersebut terlihat bahwa hubungan yang terjadi antara volume dengan kepadatan lalu lintas merupakan hubungan yang berbentuk fungsi eksponensial, dimana grafik model Greenberg (gambar 4.1) menunjukkan kepadatan optimum dicapai lebih rend.ah dari kepadatan optimum pada grafik menurut literatur (gambar
2.3), kelihatan bahwa volume masih belum mencapai volume maksimum dibandingkan pada kedudukan gambar 2.3. Hal ini dipengaruhi oleh tipe ruas jalan, yaitu pada penelitian ini dua lajur satu arah, sehingga kendaraan yang bergerak pada kepadatan tertentu melaju tanpa ada gangguan kendaraan dari arah yang berlawanan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK