<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119096">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN  TERHADAP  KEBULATAN BENDA  KERJA HASIL  PROSES BUBUT ALUMINIUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizal Fikar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses  pemesinan   merupakan  salah  satu  teknologi  proses  produksi yang banyak digunakan  dalam industri pembuatan  komponen-komponen  mesin. Penelitian mengenai pemesinan tetap dilakukan,  disamping untuk menghasilkan kualitas hasil pemotongan yang semakin baik, juga untuk  mengetahui  lebih jauh hubungan  antara  beberapa  parameter  pemotongan  yang menjadi dasar pengembangan  perencanaan  pemesinan yang optimum.  Setiap  proses pemesinan  memiliki ciri  tertentu  atas  suatu  komponen  yang dihasilkan,  antara  lain  adalah  kebulatan  (silindris). Karakteristik kebulatan produk  hasil proses bubut dipengaruhi oleh beberapa faktor,  diantaranya kecepatan potong, gerak  makan dan kedalaman potong.  Tujuan dari penelitian  ini adalah  untuk meneliti pengaruh  kondisi pemotongan  terhadap  kebulatan produk, yang dihasilkan melalui proses bubut,  khususnya  adalah  untuk  mengetahui   Pengaruh  kecepatan  potong  terhadap  kebulatan, Pengaruh kedalaman potong terhadap kebulatan, Pengaruh kecepatan gerak makan terhadap kebulatan.   Pembubutan  dilakukan  dengan  kecepatan  potong   70  m/min, 100 ml/min,   150  ml/min. Dengan kedalaman potong  0,5 (mm),  1 (mm),  1,5 (mm) dan pahat yang digunakan adalah pahat karbida. Untuk mengetahui tingkat kebulatan (nilai simpangan) dilakukan pengujian dengan menggunakan  dial indicator digital.  Berdasarkan  hasil penelitian  nilai simpangan yang diperoleh tidak menunjukkan perbedaan yang berarti,  maka untuk mengetahui penyebab hal tersebut penulis melakukan penelitian  tambahan  menggunakan  mesin  bubut yang berbeda.  Penelitian  awalnya menggunakan mesin PINDAD buatan tahun 1994, sedangkan proses tambahan untuk membuktikan adanya kesalahn, menggunakan mesin KNUTH buatan tahun 2011.Dengan kecepatan potong yang digunakan 70 m/min,  100 m/min,  150 m/min dan kedalaman potong  1 (mm).  Hasilnya memunjukkan tiga  perbedaan  tingkat   kebulatan   berdasarkan   nilai  simpangan  yang  diperoleh,  yaitu  pada kecepatan potong 150 m/min adalah yang menunjukkan hasil yang paling bulat.&#13;
&#13;
Kata Kunci :   Kebulatan Benda Kerja,  Kondisi Pemotongao,  Proses Bubut, Aluminium.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LATHES - MACHINE</topic>
 </subject>
 <classification>621.942</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119096</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-03 12:20:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-09 10:08:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>