ANALISA PERFORMANSI PENGGUNAAN KANAL TRAFIK PADA BASE STATION CONTROLLER (BSC) JARINGAN GSM TELKOMSEL DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISA PERFORMANSI PENGGUNAAN KANAL TRAFIK PADA BASE STATION CONTROLLER (BSC) JARINGAN GSM TELKOMSEL DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Ikram - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

014150043

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Untuk Menjaga kualitas dan performansi sebuah sistem komunikasi selular. maka evaluasi dan optimatilisasi perlu dilakukan secara berkala. Penelitian ini dilakukan terhadap penggunaan kanal trafik jaringan GSM Telkomsel yang beroperasi di kota Banda Aceh sebagai sebuah kasus studi evaluasi performansi. Permasalahan yang dianalisa adalah penurunan performansi jaringan yang disebabkan oleh blocking call dan drop call yang melebihi ambang batas yang ditoleransikan.
ITU-T merekomendasikan batas nilai Grade Of Service (GOS) yang
direpresentasikan oleh nilai blocking call maksimal adalah sebesar 2 %. Nilai GOS dipengaruhi jumlah kanal dan offered traffic. Selain itu, drop call atau terputusnya suatu hubungan komunikasi yang telah terbentuk secara tiba-tiba, mempunyai nilai threshold sebesar 3.5 % Penyebab drop call adalah: radius sci yang terlalu melebar, interferensi co-channel, handover failure dan link failure pada hubungan BTS dan SSC. Objek yang diamati adalah penggunaan kanal trafik yang dibatasi pada hubungan air interface dan a-bis interface dengan parameternya adalah: blocking call, drop call, interferensi co-channel, radius sel, redaman propagasi dan handover.
Dari hasil perhitungan dan analisa diperoleh sebanyak 25,69% atau 37
sektor dengan nilai GOS berada diatas nilai normal, nilai tertinggi mencapai 31 %, (rekomendasi ITU-T maksimal 2 %). Untuk masalah drop call. kasus terburuk terjadi pada BTS Lamteumen Sektor C dengan nilai drop call sebesar 7,13%, disebabkan interferensi cochannel dengan nilai C/I sebesar 16,84 dB. Drop call pada BIS Punge disebabkan oleh handover failure dan masalah radius coverage serta link failure antara BSC dan BTS akibat interferensi radio. Oleh karena itu diperlukan tindakan optimalisasi berupa penambahan kanal trafik, pengubahan sudut antena (downtilt) sehingga radius antena sesuai dengan luas area yang dikehendaki dan pengaturan ulang frekuensi kerja.







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK