STUDI PERENCANAAN ALOKASI FREKUENSIRNJARINGAN WIMAX DI KOTAMADYA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI PERENCANAAN ALOKASI FREKUENSIRNJARINGAN WIMAX DI KOTAMADYA BANDA ACEH


Pengarang

Muhammad Sidiq - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0404105010033

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Elektro (S1) / PDDIKTI : 20201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah teknologi akses nirkabel yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas yang merupakan evolusi dari teknologi layanan akses nirkabel pita lebar. Mengacu pada perarturan Dirjen Postel maka spektrum frekuensi radio yang diisukan adalah pada pita 2,3 GHz. Dengan keterbatasan spektrum radio yang ada pengaturan kanal frekuensi WiMAX adalah penting untuk menghindari terjadinya interferensi. Untuk itu, dalam tulisan ini akan dibagi penentuan alokasi frekuensi jaringan WiMAX yang akan diterapkan di Kotamadya Banda Aceh. Hasil pada perencanaan dilakukan terhadap 1 BTS dengan 11 Subscriber Station (SS) yang terbagi dalam 11 kanal dari frekuensi 2301 MHz-2356 MHz, dengan lebar kanal yang direncanakan untuk setiap titik adalah 5 MHz. Pada penelitian ini juga dilakukan perencanaan dengan menempatkan Base Station (BS) di Kantor
Walikota Banda Aceh digunakan pita frekuensi 2,3 GHz, tinggi antena 30 m, daya pemancar 34 dBm, dan antena ke segala arah dengan penguatan (gain) 12 dBi. Pada sisi SS menggunakan antena direksional dengan penguatan 18 dB dan
sensitivitas -100 dBm. Penguatan penerima akan mempengaruhi tingkat penerima sinyal oleh penerima. Perhitungan rugi-rugi lintasan (path Loss) dilakukan pada rentang jarak 0,3-5 km dari BS, dan ketinggian antena penerima 5 dan 15 m, maka ketinggian antena antara 5 m sampai 15 m sangat cocok dalam penerapan ketinggian antena penerima dalam jangkauan jarak sampai 5 km diatas permukaan tanah sehingga didapatkan performansi minimum diatas 5 dB pada sistem jaringan WiMAX. Dari hasil perhitungan data maka penempatan 11 CPE di lokasi yang terpilih secara teknis dapat diimplementasikan.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK