PERILAKU GERUSAN LOKAL PADA PILAR JEMBATAN AKIBAT BANJIR BANDANG (FLASH FLOOD) YANG MENGANGKUT MATERIAL DEBRIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERILAKU GERUSAN LOKAL PADA PILAR JEMBATAN AKIBAT BANJIR BANDANG (FLASH FLOOD) YANG MENGANGKUT MATERIAL DEBRIS


Pengarang

DIVA FITRIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010044

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aliran yang terjadi pada sungai biasanya disertai proses penggerusan/erosi. Proses penggerusan yang terjadi dapat diakibatkan karena kondisi morfologi sungai dan adanya bangunan sungai yang menghalangi aliran. Bangunan seperti pilar jembatan dapat merubah pola aliran, sehingga secara umum dapat menyebabkan terjadinya gerusan lokal. Penelitian tentang perilaku gerusan lokal pada pilar jembatan akibat banjir bandang yang mengangkut debris ini adalah untuk melihat pengaruh keberadaan debris yang terbawa pada saat terjadinya banjir bandang terhadap kedalaman dan distribusi gerusan pada pilar jembatan tipe sharp nose. Ruang lingkup penelitian mencakup pengukuran kedalaman gerusan akibat aliran banjir bandang dengan 4 rasio debris yang berbeda terhadap volume air. Pengamatan dilakukan sebanyak 3 kali running untuk masing - masing rasio dengan perlakuan yang sama. Pengukuran kedalaman gerusan dilakukan pada 50 titik pengamatan di sekitar pilar dengan menggunakan point gauge dan grid. Hasil yang didapat berupa hubungan antara rasio debris terhadap kedalaman gerusan maksimum yang terjadi, perbandingan kedalaman gerusan aliran banjir bandang dengan aliran debit normal, serta pola distribusi gerusan yang diperoleh dengan menggunakan program surfer. Berdasarkan penelitian didapat kedalaman maksimun gerusan di pilar pada rasio aliran tanpa debris, rasio debris 5%, rasio debris 10%, dan rasio debris 15% masing • masing adalah 41 mm, 37 mm, 20 mm, dan 15 mm. sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar rasio debris yang terangkut pada aliran banjir bandang maka akan semakin kecil gerusan yang terjadi pada pilar dan distribusi gerusannya semakin tidak beraturan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan gerusan akibat aliran banjir bandang sebesar 22% bila dibandingkan dengan aliran debit normal.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK