<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119065">
 <titleInfo>
  <title>PENGERINGAN EMPING MELINJO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ferry Fahrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Prinsip   pengeringan  merupahan   upaya  untuk  mengeluarkan  atau menghilangkan  sebahagian  kandungan air dari  suatu bahan  dengan cara  penguapan.   Untuk  pengeringan  dilakuhan  studi  pada  sistem pengeringan  buatan  dengan  mengunakan  energi  yang  berasal  dari hahan hakar minyalc tanah (  kompor ).  Pembuatan emping  melinjo merupakan  salah  satu  kegiatan  agribisnis  yang  memberi  kontribusi besar  besar  para  petani   di   Aceh.   Masalah  dana  yang  dihadapi pengrajin  emping  melinjo  adalah  pada  waktu  musim  hujan  tiba,proses   pengeringan   tidak   dapat   dilakukan   secara   efisien,   suhu pengeringan  tidak  maksimal  dan  emping  yang  dihasilkan  bermutu rendah. Akibat langsung yang dirasakan perajin adalah menurunnya produksi   dan   pendapatan.   Kajian   ini   dilahan   dengan   tujuan&#13;
mengetahui      penggunaan      alat      pengering      sederhana      untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan dalam pengolahan emping melinjo selana musim hujan.  Alat pengering yang diuji adalah alat pengering sederhana berbahan  bakar minyak tanah. Hasil pengujian menunjukkan  bahwa  produk  yang  dihasilkan  oleh  alat  pengering buatan  ini   kadar airnya bisa mencapai  8.6   % kandungan air yang masih tersisa di dalam emping  pada temperatur 62 °C dengan waktu&#13;
pengeringan selama 120 menit. Selain itu produk yang dihasilkan juga bersih dengan warna putih kekuningan.&#13;
&#13;
Kata kunci  : emping melinjo, agribisnis, alat pengering, musim hujan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119065</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-01-02 12:49:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-02 12:49:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>