<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119040">
 <titleInfo>
  <title>PENENTUAN  PARAMETER OPTIMUM  KEAUSAN  TEPI PARAT MENGGUNAKAN  METODE TAGUCHIRNPADA PROSES END MILL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUTTAQIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses Preis (milling) adalah proses pemesinan yang menggunakan  pahat bermata  potong jamak dengan jumlah  mata potong sama dengan jumJah gigi, dimana gerak potong berupa putaran  pahat, sedangkan  gerak  makan  dilakukan  oleh  benda kerja. Pada  penelitian  ini pahat yang digunakan  yaitu mata pahat jenis  Freis end mill atau disebut juga pisau Freis jari yang berdiameter  IO  mm,  13 mm, dan  16 mm dengan jenis material pahat HSS dan Karbida serta material  benda kerja yang digunakan baja karbon S 45 C, kecepatan  potong&#13;
15  m/min,  20 m/min,  25 m/min,  dan kecepatan  makan  80 mm/min,  120  mm/min,  160&#13;
mm/min.  Proses  pemesinan  yang digunakan  adalah  proses  milling  tegak  dengan  mesin freis Universal Milling Machine NMC-1500 U buatan  Korea  1981  yang dilakukan  di Balai  Latihan   Kerja  Banda   Aceh.  Proses   milling   dilakukan   dengan  memvariasikan kedalaman  potong  (a) yaitu 0.3 mm, 0.5 mm, dan 0.7 mm, Penelitian ini menggunakan langkah-langkah  penelitian  desain  parameter  Taguchi   dengan  Orthogonal  Array  L18 (18(2'  x 3')).  18 percobaan dilakukan dan masing masing pengujian diukur keausan mata pahat tepi dari keempat sisi mata pahatnya menggunakan  measuring microscope. Analisa perhitungan  menunjukkan   bahwa  kombinasi  optimal  untuk  keausan  pahat  tepi  adalah Pahat Karbida dengan kedalaman  potong yang rendah (0.3 mm), kecepatan  potong yang rendah (15 m/min), kecepatan makan yang rendah (80 mm/min),  dan diameter pahat  end mill  yang  kecil  (10  mm).  Konfirmasi  penelitian     dengan  parameter   potong   diatas menunjukkan  nilai  rata-rata   keausan  pahat  tepi  optimum  0.04  mm  dan  rasio  sinyal terhadap  noisenya 28 dB. Penelitian juga menunjukkan bahwa desain parameter  Taguchi juga sesuai  untuk  memecahkan  permasalahan  yang  ada dengan jumlah percobaan  yang minimum dibandingkan dengan penelitian yang menggunakan  desain faktorial penuh.&#13;
&#13;
Kata Kunci  :  Desain Parameter Taguchi, Keausan Tepi Pahat</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119040</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-31 22:53:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-31 22:53:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>