<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119035">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENCAMPURAN SABUT KELAPA TERHADAP NILAI CBR PADA TANAH LEMPUNG ULEE GLEE PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YUDIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh penambahan  sabut kelapa yang digunakan sebagai  baban stabilisasi  secara mekanis  terhadap nilai  CBR (California   Bearing  Ratio)   tanah  lempung.   Tanah  yang  digunakan dalam penelitian ini berasal dari  Ulee Glee Kabupaten Pidie  Jaya. Serat yang digunakan berupa  sabut kelapa  yang berasal  dari  perkebunan kelapa Ulee  Kareng Aceh Besar.   Tanah  tersebut menurut  klasifikasi   AASHTO tergolong  jenis  tanah berlempung  dengan  simbol   kelompok  A-7-5 (25).   Menurut USCS termasuk golongan tanah lempung  organik dengan plastisitas  sedang sampai tinggi  yang disimbolkan   OH  (Organic   High)   dengan indeks   plastisnya  adalah  20,42%. Persentase penambahan sabut kelapa yaitu 0%,  0,2%, 0,4%,  dan 0,6% terhadap berat kerimg tanah.  Benda uji  dibuat sebanyak  39 sampel  dengan kondisi  tanpa&#13;
rendaman.  Hasil  pengujian proctor tanpa campuran didapat nilai OMC (Optimum&#13;
Moisture   Content)  26,80% dengan berat isi   kering (a)   1,34  gr/cm.   Hasil&#13;
pengujian CBR memperlihatkan bahwa nilai maksimum  CBR yang terbaik yaitu&#13;
pada kondisi panjang sabut kelapa 3cm dengan perlakuan  campur pada persentase campuran  optimum 0,4% sebesar 17,70%,  kemudian pada kondisi  lapis  panjang sabut  kelapa   3cm  campuran optimum 0,4%  nilai   CBR maksimum sebesar&#13;
16, J  5%,  berikutnya  nilai  maksirnum CBR dengan  panjang  sabut kelapa  2cm perlakuan  campur pada campuran optimum 0,4%  sebesar 15,78%,  dan yang terakhir nilai  maksi:mum  CBR pada kondisi panjang sabut kelapa  2cm dengan perlakuan  lapis  campuran optimum 0,4% sebesar  13,56%.  Dengan demikian penggunaan sabut kelapa dalam penelitian ini dapat digunakan untuk menaikkan nilai  CBR dan meningkatkan  daya dukung tanab menjadi  lebih  baik  sehingga bermanfaat untuk konstruksi  di lapangan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119035</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-30 09:06:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-30 09:06:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>