BENTUK PENYAJIAN DAN MAKNA GERAK TARI RABBANI WAHID DI DESA SANGSO KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BENTUK PENYAJIAN DAN MAKNA GERAK TARI RABBANI WAHID DI DESA SANGSO KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

Siti Fatimah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1006102030071

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata Kunci : Bentuk Penyajian, Makna, Tari Rabbani Wahid.
Penelitian berjudul “Bentuk penyajian dan makna gerak tari Rabbani wahid di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen“ mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian dan makna tari Rabbani wahid di Desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Rabbani wahid dan makna tari Rabbani wahid di desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelatih, penari, dan syeikh radat di desa Sangso Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi, dan teknik analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Rabbani wahid ciptaan T.M.Daud Gade pada tahun 1990, tari Rabbani wahid ditarikan oleh sepuluh orang penari laki-laki dan dua orang Syeikh Radat, tarian ini memiliki sepuluh ragam gerak, yaitu gerak salam (saleum), gerak Bismillah ( deungon Bismillah), gerak hattayatun (Afdhalul Insan), gerak Sulthan Maujuudun, gerak salatullah, gerak Allah Rabbani, gerak Din awaidin, gerak Hasan Tsuma Husen, gerak Syailellah, dan gerak Allahu, diiringi dengan syair. Iringan musik pada tari Rabbani wahid adalah nyanyian yang dilanturkan oleh Syeikh Radat yang berjumlah dua orang dan efek gerakan yang dilakukan penari. Pola lantai tari ini bervariasi yang terdiri dari dua formasi yaitu formasi duduk dan formasi berdiri. Tari Rabbani Wahid ditampilkan diatas pentas proscenium, busana yang digunakan adalah busana adat Aceh, yang terdiri dari busana penari dan busana Syeikh radat. Hal yang berbeda dari keduanya adalah warna pakaian yang digunakan. Tari Rabbani Wahid ini memiliki makna gerak yang berbeda-beda. Secara keseluruhan makna dari gerak tari Rabbani wahid adalah makna kehidupan, kesadaran iman, ikatan atau hubungan hidup manusia, keagungan dan kekuasaan Allah serta ratapan manusia terhadap Khalik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK