<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119022">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI ANTIOKSIDAN, ANTIMIKROBA, DAN SITOTOKSIK RHIZOPHORACEAE KAWASAN HUTAN MANGROVE KOTA  LANGSA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Indriaty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Rhizophoraceae merupakan salah satu familia dengan spesies terbesar tumbuhan mangrove dan paling mendominasi di seluruh hutan mangrove di seluruh dunia. Tiga genus dari tumbuhan ini tumbuh subur Kawasan hutan mangrove Kuala Langsa Aceh, Indonesia. Tiga genus, lima spesies dari Rhizophoraceae diteliti meliputi Bruguiera cylindrica (L.) Blume, Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lam., Ceriops decandra (Griff.) Ding Hou, Rhizophora apiculate Blume, dan Rhizophora mucronata Lam. Tumbuhan ini diketahui telah digunakan dalam berbagai penyakit seperti diare, hepatitis, pendarahan dan lain-lain oleh penduduk setempat sehingga berpotensi sebagai produk alami farmakologi dalam pengembangan obat baru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kandungan fitokimia, total fenolik (TPC), total flavonoid (TFC), total tanin (TTC), analisis GC-MS, aktivitas biologis (antioksidan, antimikroba, toksisitas invivo Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), dan antikanker pada sel MCF-7 dari lima spesies Rizophoraceae. Penelitian pertama mengidentifikaasi dan mengevaluasi fitokimia dan aktivitas biologis ekstrak metanol empat bagian tumbuhan dari lima spesies Rhizophoraceae (20 sampel). Penapisan fitokimia tumbuhan Rhizophoraceae mengungkapkan adanya alkaloid, flavonoid, fenolik, terpenoid, steroid, dan saponin. Total fenolik tertinggi terdapat pada kulit batang R. mucronata (484,39 mg GAE/g ekstrak). Total flavonoid tertinggi terdapat pada daun R. apiculata (15,23 mg QE/g ekstrak). Total tanin tertinggi terdapat pada akar C. decandra  (15,23 mg QE/g ekstrak). Seluruh sampel memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat (IC50: 2,35 ± 0,01 - 29,84 ± 0,19 μg/mL). Kulit batang dan akar C. decandra memiliki aktivitas antioksidan paling kuat (IC50: 2,35 ± 0,01 dan 3,23 ± 0,01 μg/mL), mengandung senyawa pirokatekol (15,85%), antiarol (1,44%), dan asam heksadekanoat (1,69%) berdasarkan hasil GC-MS yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian kedua mengidentifikasi dan mengevaluasi fitokimia dan aktivitas biologis fraksi dari hasil partisi ekstrak akar dan kulit batang C. decandra (BCd) dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Total fenolik tertinggi mencapai 504,09 ± 10,24 mg GAE/g pada fraksi etil asetat akar C. decandra (ERCD). Total flavonoid tertinggi terdapat pada fraksi etil asetat kulit batang C. decandra (EBCD) sebesar 14,51 ± 0,47 mg QE/g.  Aktivitas antioksidan sangat kuat pada fraksi residu metanol kulit batang C. decandra (MBCD) (IC50 2,66± 0,01 µg/mL) dan fraksi etil asetat kulit batang C. decandra (EBCD) (IC50 3,36± 0,03 µg/mL). Aktivitas toksisitas (BSLT) dan antikanker terhadap sel MCF-7 sangat kuat pada fraksi n-heksana kulit batang C. decandra (HBCD) (LC50 18,57 µg/mL; IC50 0,12 ± 0,22 µg/mL). Analisis GC-MS pada HBCD diperoleh senyawa α-amyrin, ß-sitosterol, stigmasterol, dan ß-amyrin yang berperan sebagai antioksidan antikanker. Fraksi HBCD merupakan fraksi paling aktif dalam penelitian ini. Penelitian ketiga berfokus identifikasi senyawa  kimia dan aktivitas biologis subfraksi dari hasil isolasi fraksi HBCD. Dua subfraksi yaitu D, dan Subfraksi E yang berbentuk kristal putih dan kristal hitam. subfraksi Sf. D32 dan Sf. E3 menghasikan aktivitas antikanker kuat pada sel MCF-7 (IC50 34,92 ± 20,41 dan IC50 67,56 ± 21,21). Analisis GC-MS terhadap subfraksi tersebut menunjukkan adanya senyawa α-amyrin, ß-amyrin, ß-Sitosterol, Stigmasterol, Campesterol, Androstane-3,11-diol, (3ß,5a,11ß)- sebagai antioksidan, antikanker. Oleh karena itu, Rhizophoraceae khususnya C. decandra berpotensi sebagai bahan alami sebagai antioksidan, dan antikanker MCF-7.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119022</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-29 15:16:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-29 15:23:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>