<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119016">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK BIJI PUTAT AIR (BARRINGTONEA RACEMOSA) TERHADAP TUBULUS SEMINIFERUS TESTIS TIKUS PUTIH YANG TERPAPAR ASAP ROKOK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Hanny Ayudhia Wulandari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Asap rokok mengandung senyawa radikal bebas yang akan menyebabkan gangguan reproduksi berupa disfungsi ereksi, penurunan kuantitas sperma, gangguan spermatogenesis dan menyusutnya diameter lumen tubulus seminiferus testis. Ekstrak biji putat air (Barringtonia racemosa) mengandung antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji putat air (Barringtonia racemosa) terhadap jumlah sel spermatogeneik dan histomorfometri tubulus seminiferus testis tikus putih (Rattus norvegicus) yang dipaparkan asap rokok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental tipe Post Test-Only Control Group Design, menggunakan rangcangan acak lengkap (RAL).  Sebanyak 25 ekor tikus putih strain Wistar jantan, usia 3-4 bulan dengan bobot 180-200 gram, dibagi secara acak menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing 5 ekor. Kelompok perlakuan diberi paparan asap rokok selama 2 jam/hari selama 30 hari, Pemberian ekstrak putat air dilakukan secara oral setiap hari selama 30 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova dan uji lanjutan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak putat air berpengaruh secara nyata (P&gt;0,05) terhadap peningkatan jumlah sel spermatogenik, diameter dan ketebalan epitel tubulus testis seminiferus tikus putih yang dipapar dengan asap rokok. Kesimpulan penelitian menunjukkan pemberian ekstrak putat air 100mg/kgbb/hari memiliki hasil yang terbaik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTIVE TOXICOLOGY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.650 71</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119016</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-29 11:33:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-02 10:17:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>