<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119014">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hot Maruli Tua.Tambunan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman  sagu  merupakan  tanaman yang  tumbuh  dan  berkembang  di  Indonesia  khususnya wilayah bagian timur seperti Maluku, Papua,  Irian dan daerah lainnya.  Bahwa diperkirakan terdapat 1.1 14 juta ha lahan tanaman sagu baik yang dibudidayakan maupun yang tumbuh liar. Sagu merupakan tanaman yang kaya akan kandungan karbohidrat dan hampir keseluruhan dari bagian  tanaman  dapat  dipergunakan.  Adapun  mnsalah utama yang  banyak  dihadapi  dalam pemanfaatan  sagu   adalah  lokasi  hutan  sagu  yang  jauh   dari  infrastruktur  serta  kurang memadainya  alat yang  dapat   dijangkau  ekonomi  masyarakat.  Sagu   diperoleh   dari  batang tanaman sagu yang merupakan hasil ekstralisir empulur-empulur sagu.  Untuk mempermudah proses  perolehan  empulur-empulur  sagu  maka  dilakukan perancangan  mesin pemarut  sagu dengan  kapasitas  100  kg/jam yang mempunyai nilai ekonomis,  efisien  dan mudah  digunakan masyarakat petani  sagu.  Untuk memperoleh empulur-empulur sagu  terlebih dulu batang sagu dipotong dengan ukuran kecil-kecil sesuai yang diinginkan dan kulit pada luar batang dipisahkan sebelum proses pemarutan  dilakukan.  Dalam perancangan  ini menggunakan beberapa elemen mesin  utama yang harus  dianalisa  seperti  silinder  pemarut,  mata parut,  poros,  puli,  sabuk, bantalan dan pasak.  Hasil rancangan dengan kapasitas 100kg/jam sagu digerakkan oleh motor dengan daya 3Kw,  dan putaran 1400 rpm serta putaran silinder parut  515 rpm.  Hasil pemarutan merupakan berupa empulur-empulur dengan kisaran dimensi 16 mesh (1-3 mm).&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Sagu, Proses pemarutan, Empulur dan Perancangan mesin&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119014</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-29 11:17:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-29 11:17:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>