<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="119010">
 <titleInfo>
  <title>INISIASI DAN PERTUMBUHAN PIT PADA KOROSI LELAH BAJA TAHAN  KARAT AISI 304 DALAM LINGKUNGAN  AIR LAUT BUATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegagalan  akibat   korosi   lelah  khususnya   pada  aplikasi   tegangan   rendah   90%   umur  lelah didominasi  oleh  tahap  pertumbuhan  pit  dan sebaliknya  pada aplikasi  tegangan  tinggi  kegagalan akan didominasi oleh perambatan retak. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan mempelajari fenomena inisiasi  dan pertumbuhan pit pada baja tahan karat AISI  304 yang mengalami  tegangan siklik  (N)  dalam  lingkungan  air  laut  buatan  (3,5% NaCl).  Fenomena tersebut diamati  melalui pengujian lelah dalam lingkungan air laut buatan, dengan menggunakan  mesin uji lelah tipe rotary bending.  Spesimen  dibentuk   berdasarkan   standar   ASTM   E-466   dan  pengujian  korosi   lelah dilakukan berdasarkan standar ASTM F-1801. Sebelum pengujian pengamatan inisiasi dan pert:umbuhan  pit   dilakukan,   terlebih   dahulu   baja  tahan  karat  AISI   304  dilakukan   uji  tarik berdasarkan  standar ASTM E-08M dan mendapatkan  nilai ultimate tensile strength sebesar 789,65&#13;
MPa. Serta pengamatan  struktur  mikro berdasarkan  standar ASTM  E-407 dan menunjukkan pola batas butir (ferrite) yang membentuk  ukuran butir austenitite yang kasar, serta terlihat distribusi Carbide didalam butir. Untuk pengujian  pengamatan  inisiasi  dan pertumbuhan pit dilakukan  pada tiga  tipe  tegangan   siklik  maksimum   yaitu  277,15;  323,34;   dan  369,63   MPa,  yang   dipilih berdasarkan  kurva S-N baja tahan karat AISI 304. Titik pengamatan  dibagi sesuai umur lelah dan hasilnya  diplot  dalam  bentuk   kurva  pengaruh   siklik  terhadap   pertumbuhan  pit.   Pengamatan dilakukan dengan  menggunakan  mikroskop optik. Hasil pengamatan  inisiasi dan pertumbuhan  pit pada tegangan  siklik 277,15  MPa, menunjukkan pit  tumbuh  hingga  ukuran  rata-rata  319,615m pada  siklik  1020x10'.  Untuk  tegangan  siklik  323,34  MPa, pit  tumbuh  hingga  ukuran  rata-rata&#13;
664,93µm  pada  siklik  1020x10   sedangkan   pada  tegangan  369,63  MPa, pit  tumbuh  menjalar menjadi retak sampai spesimen patah  pada siklik 72x10 dengan ukuran rata-rata pit  yang diikuti perambatan retak sebesar 968, 1 45µm.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci :  Korosi  Lelah, Baja Taban  Karat AISI 304, Air Laut Buatan, Inisiasi dan Pertumbuban  Pit&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STEEL - MATERIAL SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>620.17</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>119010</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-29 10:54:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-05-15 15:43:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>