PENGARUH PENAMBAHAN SERAT NYLON TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSA (FOAMED CONCRETE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PENAMBAHAN SERAT NYLON TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BUSA (FOAMED CONCRETE)


Pengarang

Yramiza Anggriyani Fitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101020050

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2011

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.183 4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat nylon terhadap sifat mekanis beton busa. Sifat mekanis yang diteliti meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur. Benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat tekan adalah silinder berdiameter 10 cm; tinggi 20 cm sebanyak 27 buah, untuk pengujian kuat tarik belah silinder berdiameter 15 cm; tinggi 30 cm sebanyak 27 buah, dan untuk pengujian kuat tarik lentur balok berukuran 10 cm x 10 cm x 40 cm sebanyak 27 buah. Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,4. Variabel pada penelitian ini meliputi variasi SG (Specific Gravity) yaitu 1,2; 1,4; dan
1,6 serta variasi persentase serat nylon yaitu 0,5%; 1,0%; dan 1,5% dari volume beton. Serat nylon yang digunakan berdiameter 0,35 mm dengan panjang 25 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian pada semua SG terjadi peningkatan pada kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat tarik lentur dibandingkan dengan beton busa tanpa serat. Adapun peningkatan yang terjadi untuk kuat tekan, yaitu untuk. SG
1,2 berkisar antara 38% -- 46%, untuk SG 1,4 berkisar antara 57% -153%, untuk SG
1,6 berkisar antara 73% - 142%. Peningkatan yang terjadi untuk kuat tarik belah, yaitu untuk SG 1,2 bekisar antara 88%- 136%, untuk SG 1,4 berkisar ant.ara 92%-118%, untuk SG 1,6 berkisar antara 42%; 95%. Peningkatan yang terjadi untuk kuat tarik lentur, yaitu untuk SG 1,2 berkisar antara 233% - 694%, untuk SG 1,4 berkisar antara 241% - 486%, untuk SG 1,6 berkisar antara 210% - 402%. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang nyata antara persentase penambahan serat terhadap kuat tarik belah dan kuat tarik lentur, sedangkan pada kuat tekan tidak berpengaruh nyata.















Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK