<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118969">
 <titleInfo>
  <title>PREPARASI BIO-ADSORBEN DARI LIMBAH KULIT JENGKOL (PITHECELLOBIUM JIRINGA) UNTUK MENYERAP LOGAM CU (II) MENGGUNAKAN OPTIMASI BOX-BEHNKEN DESIGN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadya Bilqis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Kimia Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2023</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Air adalah komponen utama yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Saat ini terjadi kelangkaan air bersih, hal ini disebabkan oleh limbah-limbah industri yang langsung dibuang ke air. Adsorpsi adalah metode yang sangat mendekati proses pengolahan air. Dalam penelitian ini kulit jengkol digunakan sebagai karbon aktif karena memiliki kandungan karbon sebesar 33,33%. Berdasarkan hasil adsorpsi Cu2+ uji kadar air, kadar abu dan bilangan iodin secara berturut-turut untuk karbon aktif yang telah diaktivasi secara fisika dan kimia memenuhi syarat SNI karbon aktif. Analisa FTIR dihasilkan dari spektrum menunjukkan bahwa karbon aktif yang telah diaktivasi fisika dan aktivasi kimia memiliki kandungan gugus C-H, C-O, C-N, C=C, dan C=O. Hasil uji SEM dari spektrum analisa EDs menunjukkan bahwa karbon aktif kulit jengkol mengandung unsur karbon untuk aktivasi fisika dan kimia &gt; 91%. Pada pengujian BET dihasilkan ukuran pori, volume pori dan luas permukaan secara berturut-turut untuk karbon aktif secara aktivasi fisika sebesar 1,2 nm, 0,1 cc/g dan 175,78 m2/g, sedangkan untuk aktivasi kimia dihasilkan berturut-turut 1,3 nm, 0,12 cc/g dan 180,86 m2/g. Selanjutnya dilakukan proses adsorpsi dengan variasi konentrasi larutan sintesis Cu2+ sebesar 5 hingga 300 ppm, waktu adsorpsi selama 2 jam dan berat adsorben sebesar 3 gram untuk proses adsorpsi menggunakan metode isotherm. Adsorpsi menggunakan karbon aktif kulit jengkol cenderung mengikuti model Langmuir, dari model Langmuir menghasilkan konstanta Langmuir (K) dan kapasitas adsorpsi (Qmax) untuk aktivasi fisika sebesar 0,37 L/mg dan 7,69 mg/gr, sedangkan untuk aktivasi kimia sebesar 0,44 L/mg dan 9,97 mg/gr. Proses adsorpsi juga dilakukan menggunakan metode RSM-BBD dilakukan variasi konsentrasi larutan awal Cu2+ (X1) sebesar 5; 152,5 dan 300 ppm, berat adsorben sebesar 1, 2 dan 3 gram dan waktu adsorpsi selama 1; 1,5 dan 2 jam. Hasil uji RSM-BBD menunjukkan bahwa model signifikan dari hasil ANOVA dan diperoleh R2 sebesar 0,99. Hasil optimasi menggunakan desirability function bahwa adsorpsi Cu2+ menggunakan karbon aktif kulit jengkol pada kondisi optimum dengan variabel konsentrasi awal Cu2+ (X1) sebesar 74,22 ppm, massa adsorben (X2) sebesar 2,35 gram dan waktu adsorpsi (X3) selama 1,5 jam menghasilkan konsentrasi akhir Cu2+ sebesar 18,47 ppm.&#13;
&#13;
Kata kunci: kulit jengkol, tembaga (Cu), metode adsorpsi, respon permukaan (RSM), Box Behnken Designs (BBD)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ABSORTION - CHEMICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>660.284 23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118969</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-28 14:57:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-04 10:21:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>