PENGARUH VARIASI DIAMETER TABUNG KACA DAN DIAMETER PIPA ABSORBER TERHADAP PERFORMANSI SISTEM KOLEKTOR SURYA JENIS PALUNG SILINDRIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH VARIASI DIAMETER TABUNG KACA DAN DIAMETER PIPA ABSORBER TERHADAP PERFORMANSI SISTEM KOLEKTOR SURYA JENIS PALUNG SILINDRIS


Pengarang

Afrizal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9941211055

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2006

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Energi surya dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan langsung sinar matahari dapat di lihat pada proses pengeringan hasil pertanian (padi, jagung dan kedelai) dan pembuatan garam di tepi pantai. Pemanfaatan tidak langsung energi surya dengan menggunakan sistem kolellor untuk menghasilkan energi panas. Dalam penelitian ini digunakan dua unit kolektor surya jenis palung silindris masing-masing dengan dimensi yang sarna dan diuji dengan waktu yang sama, kolektor terbuat dani drum bekas dengan panjang 880 mm dan lebar 620 mm. Dilapisi dengan plat stainless steel setebal 0.8 mm, kaca cover setebal 3 mm, tabung kaca
transparan Q 350 mm dan 250 mm panjangnya 900 mm, pipa tembaga sebagai absorber 0 4/16, 2/16
dalam 2 susunan yaitu paralel dan seri, dan isolasi thermal dani karet sterefoam. Dari hasil penelitian dengan memvariasikan diameter tabung kaca 350 mm dengan 250 mm, hasil yang
lebih efisien adalah pada tabung kaca diameter 350 mm Variasi diameter pipa absorber paralel 4/16 inchi dengan 2/16 inchi, hasil yang lebih efisien adalah pada pipa absorber paralel
diameter 4/16, inchi. Variasi pipa absorber susunan paralel dengan pipa absorber susunan seri diameter 4/16 inchi, hasil yang lebih efisien adalah pada pipa absorber paralel. Variasi laju aliran
fluida 35 ml/menit dengan 50 ml/menit, hasil yang lebih efisien adalah laju aliran 35 ml/menit Untuk temperatur air keluar yang paling panas yaitu pada variasi tabung kaca berdiameter 350 mm, pipa absorber paralel diameter4/16 inchi, dengan laju aliran fluida 35 ml/menit dihasilkan
temperature air keluar sebesar 54C. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapat efisiensi kolektor sebesar 87,8 %.

Kata kunci : kolektor surya jenis palung silindris, diameter tabung kaca, diameter pipa absorber. laju aliran fluida






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK