<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118895">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN LAJU  KOROSI PADA BALOK BETON BERTULANG  YANG MENGALAMI  LENTUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAFRINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio tuJangan terhadap laju korosi  pada balok beton bertulang yang mengalami  lentur dalam kondisi pasang surut dengan air yang mengandung kadar NaCl 3.5%. Faktor air semen yang digunakan adalah 0,5 dengan jumlah  benda uji  3  buah balok beton bertulang dengan ukuran 200 mm x 300 mm x 2200 mm dan 9 benda uji  silinder untuk kontrol  mutu beton.  Penentuan  laju korosi  digunakan metode polarisasi linier,   dengan   kurva  polarisasi   tidak   melebihi   10  mV.    Hasil   penelitian menunjukkan bahwa kurva polarisasi dapat mengukur laju korosi dengan ukuran kurang dari 0.1  mpy dan dapat digunakan untuk menentukan laju korosi struktur yang  tidak  teridentifikasi.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  daerah  yang korosi  memiliki  nilai  potensial yang lcbih  negatif dari daerah yang tidak  korosi. Besarnya lebar retak 0.6 mm pada beton memberikan pengaruh yang  signifikan terhadap nilai potensial yang terukur, semakin besar retak pada beton dari benda uji semakin besar tahanan atau hambatannya, maka nilai potensial yang terukur semakin negatif. Berdasarkan hasil  penelitian terlihat bahwa half-cell  potensial pada balok beton bertulang  yang mengalami lentur (dengan rasio tulangan tarik&#13;
1,2%;  1,8%; dan 2,3%) dengan umur perendaman yang sama berpengaruh secara nyata terhadap potensial mapping. Besamya laju korosi yang didapat pada balok yang mengalami  lentur  yang mengalami  kondisi  pasang surut selarna  60  hari memperlihatkan bahwa tulangan tarik dengan rasio 2,3% lebih  lama terserang korosi bila dibandingkan dengan rasio tulangan  1,2% dan 1.8% yang lcbih cepat terserang korosi, artinya rasio  1.2%  lebih  dahulu terserang korosi  dengan laju korosi sebesar 12,5 x I0' mpy dibandingkan dengan balok dengan rasio tulangan 1.8% dan 2,3% dengan laju korosi sebesar 0,8 x IO'mpy  dan 0,4 x I0' mpy.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118895</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-28 00:09:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-28 00:09:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>