<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118893">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA KOROSI SUMURAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hermansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Korosi  sumuran  adalah suatu  kegagalan  yang sangat berbahaya karena sulit dideteksi. FEM telah banyak diaplikasikan untuk simulasi tegangan yang terjadi pada suatu struktur akibat suatu pembebanan.  Penelitian ini  bertujuan  untuk menganalisa hubungan antara diameter dan kedalaman lubang korosi  sumuran serta membandingkan hasil  analisa dari simulasi  dengan analisa analitik yang dikembangkan  oleh M.cerit  dan KK.genel.  Pengujian  dilakukan dengan menggunakan software Ansys Rel  9.0.  Analisa dilakukan  pada beberapa variasi diameter dan kedalaman lubang korosi sumuran. Hasil simulasi  menunjukkan  bahwa  tegangan  maksimum terjadi  pada  daerah  dasar  lubang  dan tegaogan minimum terjadi  didaerah mulut lubang.  Semakin  besar diameter  lubang  maka semakin rendah nilai stress concentration factor, dan semakin dalam kedalaman lubang maka semakin tinggi nilai   stress   concentration  factor.   Hasil   penelitian  menunjukkan   bahwa  perhitungan analitik menggunakan persamanan yang di  kembangkan M.Cerit  dan K.Genel  tidak dapat digunakan pada model lubang sekunder bagian samping.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118893</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 23:52:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 23:52:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>