PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK PENANGANAN STUNTING DI PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK PENANGANAN STUNTING DI PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Novida Irma Sahara - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Dedy Syahrizal - 197912032003121001 - Dosen Pembimbing I
M. Yani - 196101271988111001 - Dosen Pembimbing II
Irwan Saputra - 197810162003121002 - Penguji
H. Said Usman - 197010151992031004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2007201010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Kesehatan Masyarakat (S2) / PDDIKTI : 13101

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Magister Kesehatan Masyarakat., 2023

Bahasa

Indonesia

No Classification

362.196 39

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Latar Belakang: Paparan media sosial merupakan sumber pengetahuan penting untuk menghindari malnutrisi. Media sosial juga efektif meningkatkan perilaku pencegahan stunting pada balita. Kota banda aceh merupakan salah satu kota smart city yang memiliki misi mewujudkan ekosistem perkotaan yang maju dengan sarana dan prasarana publik yang berkualitas dan terintegrasi dengan masyarakat yang sehat, toleran serta memiliki rasa kebersamaan yang kuat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media sosial apa saja yang dimiliki, paling sering digunakan, bagaimana proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan serta hambatan-hambatan apa saja yang didapati oleh petugas kesehatan dalam memberikan promosi kesehatan tantang penanganan stunting menggunakan media sosial milik puskesmas di kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini jenis penelitiannya yaitu kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi Observasi,Wawancara dan Dokumentasi. Hasil: Jenis media sosial yang paling sering digunakan oleh pihak puskesmas untuk promosi kesehatan yaitu instagram, facebook dan whatsapp karena mudah untuk diakses oleh masyarakat. Bentuk realisasi puskesmas dalam melakukan planning (perencanaan) yaitu dengan adanya akun media sosial yang digunakan untuk melakukan promosi kesehatan meskipun belum secara maksimal dipergunakan untuk. Bentuk Organizing (pengorganisasian) yang dilakukan oleh pihak puskesmas yaitu menetapkan satu orang admin untuk diberikan tanggung jawab lebih mengelola media sosial. Bentuk Actuating (pelaksanaan) yang dilakukan oleh admin adalah berupa postingan-postingan yang di post di laman akun media sosial. Bentuk Controlling (pengawasan) media sosial dilakukan langsung pihak puskesmas oleh kepala puskesmas. Kesimpulan: Puskesmas Kota Banda Aceh sudah mengupayakan melakukan promosi kesehatan menggunakan media sosial.

Kata kunci: Promosi Kesehatan, Media Sosial, Stunting, Sistem Manajemen
Daftar pustaka: 30 Buku + 37 Jurnal Penelitian (2003-2022)

ABSTRACT Background: Social media exposure is an important source of knowledge to avoid malnutrition. Social media is also effective in increasing stunting prevention behavior in toddlers. The city of Banda Aceh is a smart city which has a mission to create an advanced urban ecosystem with quality public facilities and infrastructure integrated with a healthy, tolerant society and a strong sense of togetherness. Objective: This research aims to find out what types of social media are owned, used most often, how the planning, organizing, implementing and monitoring processes are carried out and what obstacles are encountered by health workers in providing health promotions regarding handling stunting using social media belonging to a community health center in the city of Banda Aceh. Research Method: In this research the type of research is qualitative with the approach used being descriptive. Data collection techniques in this research include observation, interviews and documentation. Results: The types of social media most often used by community health centers for health promotion are Instagram, Facebook and WhatsApp because they are easy for the public to access. The form of realization of the puskesmas in carrying out planning is the existence of social media accounts which are used to carry out health promotions even though they are not yet used optimally. The form of organizing carried out by the community health center is to assign one admin person to be given more responsibility for managing social media. The form of Actuating (implementation) carried out by the admin is in the form of posts posted on social media account pages. This form of controlling (supervision) of social media is carried out directly by the puskesmas by the head of the puskesmas. Conclusion: Banda Aceh City Health Center has made efforts to promote health using social media. Keywords: Health Promotion, Social Media, Stunting, Management System Bibliography: 30 Books + 37 Research Journals (2003-2022)

Citation



    SERVICES DESK