<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118861">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN RUGI-RUGI  LINTASAN DAN LEVEL  SINYAL TERIMA ANTARA MODEL PROPAGASI  OKUMURA-HATA  DENGAN PENGUKURAN  MENGGUNAKAN  TEMS INVESTIGATION 8.0.3</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fitri Yunita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada  sistem  komunikasi  nirkabel,  fenomena  alam  mempunyai  pengaruh  yang cukup signifikan terhadap propagasi gelombang elektromagnetik antara pemancar dan penerima. Hal ini lazim terjadi pada sistem komunikasi nirkabel yang menggunakan   udara  sebagai  medium.  Oleh  karena  itu,  pengaruh  propagasi terhadap  sinyal yang diterima pada sistem Global System for Mobile Communication  akan dianalisis  berdasarkan  hasil  pengukuran  di  lapangan dan model propagasi yang digunakan. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan dan analisis nilai rugi-rugi lintasan dari propagasi Okumura-Hata  dan dibandingkan nilainya dengan nilai hasil pengukuran yang dilakukan berdasarkan jarak tempuh dengan metode drive test menggunakan  TEMS  Investigation  8. 0.3. Berdasarkan hasil pada ketiga rute pengukuran didapatkan nilai rugi-rugi lintasan bervariasi pada setiap jarak tempuh Base Station (BTS)-Mobile  Station (MS). Dibandingkan dengan hasil  perhitungan  menggunakan  model  propagasi  Okumura-Hata,  nilai rugi-rugi lintasan semakin besar jika jarak tempuh BTS-MS semakin jauh. Perhitungan rugi-rugi lintasan menggunakan model propagasi Okumura-Hata dan pengukuran  di  lapangan menunjukkan  hasil  yang berbeda,  namun  untuk  level sinyal terima cukup sesuai. Pendekatan rugi-rugi lintasan yang dilakukan dengan memasukkan   Mean   Square   Error   (MSE)   pada   perhitungan,   memberikan justifikasi nilai hasil pengukuran yang mendekati nilai hasil perhitungan menggunakan model Okumura-Hata. Secara umum, daya terima sinyal pada MS untuk rute pengukuran pertama dan kedua termasuk dalam rentang sangat bagus yaitu -59 dBm sampai -72 dBm , kecuali pada rute ketiga yang memberikan hasil bagus dengan rentang nilai -68 dBm sampai -77 dBm.&#13;
&#13;
Kata Kunci    :    Rugi-Rugi Lintasan,  Daya Terima,  TEMS  Investigation,  Path loss&#13;
                           Criterion, Cell Reselection Criterion, Okumura-Hata&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118861</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 15:54:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 15:54:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>