<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="118847">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN TINGKAT KEMAMPUAN PENYERAPAN PANAS MATAHARI PADA ATAP BANGUNAN SENG BERWARNA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Munzir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemanasan Global merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan thermal di  suatu  lingkungan.  Pemanasan global  disebabkan  oleh  efek  rumah  kaca yang  terus meningkat yang terjadi akibat naikya konsentrasi gas-gas rumah kaca pada atmosfir.  Salah satu  penyebab  adalah  bangunan yang  dibuat  menyerap  panas  radiasi  matahari,  dan kemudian dipancarkan kembali ke sekelilingnya yang mengakibatkan temperatur di sekelilingnya meningkat.  Bagian bangunan yang terkena langsung radiasi matahari adalah atap.  Hal  ini  menyebabkan  atap  bangunan  merupakan  bagian yang  berperan penting terhadap  kenyamanan thermal sebuah bangunan.  Bangunan di Indonesia, pada  umumnya memakai atap seng.  Seng merupakan material konduktor panas yang sangat baik.  Setelah menerima panas radiasi dari sinar matahari dan menyerap panasnya,  seng akan melepaskan kembali panas  tersebut ke  lingkungan  dengan  cara  konveksi dan  radiasi.   Warna dari bangunan tersebut terutama pada  atap  seng,  memiliki sifat yang  sangat penting  dalam penyerapan panas radiasi matahari.   Tentunya tiap warna memiliki pengaruh yang berbeda terhadap  penyerapan  panas  tersebut.  Oleh karena itu,  di  dalam kajian  ini penulis  akan mengkaji pengaruh  tiap  warna seng atap  terhadap penyerapan  panas  radiasi matahari. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui warna yang paling sedikit menyerap panas akibat radiasi  matahari.  Dan  diharapkan juga  dapat  memberikan  informasi  bagi  masyarakat tentang kemampuan masing-masing warna dalam menyerap panas,  agar dapat diaplikasikan dengan pemilihan warna lapisan cat pada atap bangunan yang umumnya terbuat dari seng, sehingga  tercapai  kenyamanan  thermal pada  bangunan  tersebut,  sebagai  wujud  untuk mengurangi dampak dari pemanasan global,  terutama di kawasan Indonesia&#13;
&#13;
Kata kunci :  kenyamanan termal, atap seng, penyerapan panas, panas radiasi dan temperatur&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>118847</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 15:13:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-27 15:13:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>