STUD I KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON BERGRADASI TERBUKA BERDASARKAN JAPAN ROAD ASSOCIATION TERHADAP PERBEDAAN PERLAKUAN PEMADATAN AGREGAT (STUDI KASUS AGREGAT PECAH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUD I KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON BERGRADASI TERBUKA BERDASARKAN JAPAN ROAD ASSOCIATION TERHADAP PERBEDAAN PERLAKUAN PEMADATAN AGREGAT (STUDI KASUS AGREGAT PECAH)


Pengarang

Hery Suparno - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0304101020065

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Konstruksi jalan raya khususnya yang melayani lalu lintas padat dan lalu lintas sedang memerlukan stabilitas yang tinggi, untuk itu perlu diperhatikan kelayakan dari kondisi perkerasan jalan secara keseluruhan yaitu kestabilan konstruksi mulai dari lapisan permukaan (surface course) sampai ke lapisan tanah dasar (subgrade). Sebagai objek penelitian ini adalah agregat pecah yang berasal dari Sungai Krueng Aceh di lndrapuri-Aceh Besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana terjadinya pergeseran nilai karakte ristik Marshall dari campuran aspal beton menggunakan agregat pecah yang diberi perlakuan pemadatan menggunakan alat Modified Proctor setelah dibandingkan dengan campuran aspal beton menggunakan agregat pecah dalam kondisi normal. Material yang digunakan terlebih dahulu diperiksa sifat-sifat fisis agregat berdasarkan AASHTO-T-27-24, dan pemeriksaan sifat-sifat fisis aspal. Perlakuan pemadatan dilakukan terhadap agregat pecah yang memenuhi spesifikasi gradas i terbuka, kemudian dilakukan analisa saringan setelah diberi perlakuan pemadatan untuk pembuatan benda uji. Hasil penelitian melalui perbandingan analisa saringan setelah pemadatan dan sebelum pemadatan mengakibatkan pemecahan agregat sebesar 8,587% pada tinggkat kekerasan
21,62% dan ketahanan sebesar 16, 19%. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan
pemadatan mengakibatkan pergeseran gradasi agregat dari kondisi normal, namun pergeseran gradasi yang terjadi tidak melampaui batas-batas spesifikasi gradasi yang digunakan. Hasil yang diperoleh untuk nilai param eter Marshall sebelum pemadatan untuk stabilitas naik dari 560 kg menjadi 750,5 kg setelah pemadatan, untuk kelelehan plastis (flow) menurun dari 5,1 mm menjadi 4,9 mm, sedangkan untuk berat isi (density) tetap 2,1 gr/cm3, dan untuk nilai kadar rongga terisi campuran (VIM) berkurang dari 15,5% menjadi 15,2%, untuk nilai rongga antar butir (VMA) juga berkurang dari 22,9% menjadi 23,4%, kemudian untuk nilai rongga terisi aspal (VFB) berkurang dari 38% menjadi 35,1%, dan yang terakhir nilai Marshall quotient (MQ) naik dari l, 1 kN/mm menjadi 1,7 kN/mm

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK